Home FMDKI NEWSPenyambutan Maba LDK Babul Ilmi, Dosen UNM Ajak Mahasiswa Fokus Mengejar Kebahagiaan Akhirat

Penyambutan Maba LDK Babul Ilmi, Dosen UNM Ajak Mahasiswa Fokus Mengejar Kebahagiaan Akhirat

by Admin 1 FMDKI News
0 comments

FMDKI.ORG, PAREPARE– Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Babul Ilmi Kampus V Parepare Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses adakan Penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) bertema “Menjadi Muslimah yang Ideal dengan Ilmu dan Akhlak”, Sabtu (27/08/2022).

Kegiatan yang berlangsung secara daring via Zoom Meeting ini dihadiri oleh 66 peserta dari prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Matematika.

Turut hadir Natriani Syam, dosen dan pembina LDK Babul ilmi yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Natriani Syam mengajak mahasiswa untuk fokus dalam mengejar kebahagiaan dunia dan akhirat dengan ilmu yang dimiliki.

“Jadilah mahasiswa bukan hanya mengejar ilmu demi mengejar kebahagiaan duniawi tapi mengejar kebahagiaan akhirat. Mari ubah fokus belajar. Supaya ilmu yang kalian kejar itu berkah dan bisa membawa pada dunia dan akhirat,” tuturnya.

Ibu Natri, sapaan akrabnya juga menghimbau mahasiswa untuk tidak terpaku mencari ilmu pengetahuan dunia semata, tapi cari juga ilmu agama.

“Jangan hanya terfokus untuk mencari ilmu pengetahuan dunia tapi juga cari ilmu pengetahuan agama untuk bekal di akhirat, dan LDK sebagai salah satu wadah yang memfasilitasi muslimah belajar agama tiap sekali sepekan,” ujarnya.

Nurul Muthmainnah, selaku ketua panitia menuturkan bahwa tujuan acara ini sebagai sarana untuk saling berkenalan dengan mahasiswa baru dan sarana perkenalan organisasi LDK Babul Ilmi.

“Tujuan acara ini sebagai sarana untuk saling berkenalan dengan mahasiswa baru dan sarana perkenalan organisasi internal di Kampus V Parepare UNM. Selain itu, diangkatnya tema dalam rangka membekali mahasiswa baru agar menjadi pribadi berilmu yang dihiasi akhlak mulia, tidak mudah terdistraksi dengan kegiatan-kegiatan tidak bermafaat dan terjerumus ke dalam perkumpulan yang menyimpang, mengalihkan dan menurunkan semangat dan fokus mahasiswa dalam menuntut ilmu, dan membentengi mahasiswa dari kegiatan yang berpotensi menggerus akhlak dan adab,” sahutnya.

Panitia menghadirkan seorang daiyah Parepare, Ustazah Hasrianty Rizal sebagai pemateri yang menjelaskan realita mahasiswa hari ini.

“Lihatlah mahasiswa hari ini layaknya spons, menghisap semua informasi, tanpa memfilternya. Terbukti sudah ada salah satu mahasiswa asal ayam jantan, yang mengatakan gendernya netral. Ini sunggu ironi,” tegasnya.

Alumni Pendidikan Kimia UNM ini, mendeskripsikan ada beberapa strategi jitu agar menjadi mahasiswa ideal.

“Untuk menjadi mahasiswa Ideal, ada berbagai cara yakni menyadari bahwa menuntut ilmu itu adalah ibadah. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka semakin takut kita kepada Allah. Meneladani kisah para salafus salih dalam menuntut ilmu.
Selanjutnya zuhud dan tawadhu terhadap fatamorgana dunia. Yang terakhir Mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang telah didapat,” ucapnya.

Ustazah Hasrianty menambahkan jika ada hal yang harus dihindari agar menjadi mahasiswa Ideal.

“Hal yang harus dihindari adalah pergaulan yang menyimpang dari sisi akal, yang menjauhkan eksistensi kita sebagai Hamba Allah. Menghindari berteman dengan orang yang buruk akhlaknya. Boleh berteman dengan siapa saja, tapi jangan jadikan mereka teman dekat,” sebutnya.

Di akhir materi, salah seorang peserta, Riska Amelya bertanya bagaimana jika suatu hari nanti bertemu dengan seorang yang bergender netral dan apa yang harus ia lakukan.

Ustazah Hasrianty melanjutkan dengan jawaban agar tidak menjauhi namun merangkulnya.

“Apabila adek sekalian bertemu dengan mereka, maka gandenglah. Jangan menjauhi. Jangan dilepas. Kalau bisa kita yang menjadi obat bagi mereka. Ajak mereka menuntut ilmu! Kalau perlu, ajak ke psikolog. Mungkin saja mentalnya sakit,” tutupnya.

Reporter: Fitria Fathun Rohma
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment