FMDKI.OR.ID, PAREPARE – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Parepare gelar Kajian Rutin Muslimah (KURMA), berlangsung di Barugae Rujab pada pukul 08.00-12.15 WITA, Ahad (09/06/24).
Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya ini kembali hadir dengan mengusung tema “Beauty Inside Syar’i Outside,” dan dihadiri oleh 93 muslimah dari berbagai kampus maupun SMA di Parepare.
Sarmila Suhariani Hasti selaku ketua panitia menyampaikan harapan diadakannya kegiatan ini.
“Kami berharap semoga kegiatan ini, kurma yang kami laksanakan pada tahun ini dapat memberikan manfaat kepada kita dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, senantiasa beriman dan bertakwa pada Allah,” harapnya.
Senada dengan itu, Nurhijrah selaku Ketua FMDKI Daerah Parepare dalam sambutannya mengajak peserta agar tidak hanya mempercantik apa yang nampak dari luar saja.
“Hendaknya kita memiliki dua kecantikan, kecantikan yang ditutupi dengan jilbab dan apa yang ada dalam diri-diri kita yakni akhlak,” ujarnya.

Turut hadir sebagai tamu undangan, dosen IAIN Pare-Pare Dr. Rahmawati, M.Ag, menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud “Beauty Inside, Syar’i Outside”.
“Beauty inside, sesungguhnya kongkritisasi dari nilai akhlak yang menjadi fundamental dalam ajaran agama kita. Syar’i outside, syari’ahnya. Syari’ah itu, ini kongkritisasi dari syari’ah itu sendiri. Beauty inside, syar’i outside sesungguhnya adalah kombinasi fiqih dan akhlak,” jelasnya.
KURMA kali ini menghadirkan Ustazah Hikmah Darwis, S.Pd, seorang penggiat dakwah kampus sebagai pemateri.
Ustazah Hikmah sapaan akrabnya, memberikan tips kepada peserta agar bisa menjadi muslimah good inside and outside.
“Jaga pandangan kita sebagai seorang wanita, jangan ditebar ke mana-mana, itulah bentuk Islam memuliakan kita dengan menutup aurat,” terangnya.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan persembahan puisi yang membuat para peserta tersentuh dan tidak dapat membendung airmata, sebagaimana yang disampaikan Gina Anisa salah satu peserta KURMA.
“Puisinya sangat menyentuh bagi saya, apalagi kata terakhirnya tadi mengatakan kain kafan. Kain kafan itu adalah kain terakhir yang kita pakai dan pesan yang saya dapatkan hari ini adalah pakaian kita itu adalah pakaian terbaik dengan menutup aurat,” ucapnya.
Reporter: Muspidayani
Editor: Mutmainnah Jufri
