Home DEPARTEMENFMDKI Gelar Majelis Ramadhan Online dengan Mengangkat Tema Persoalan Hati

FMDKI Gelar Majelis Ramadhan Online dengan Mengangkat Tema Persoalan Hati

by Admin FMDKI News
0 comments

FMDKI.ORG, MAKASSAR–Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) telah melaksanakan Majelis Ramadhan Online (MRO), Selasa-Rabu (12-13/05/2020).

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada pukul 08.30-10.30 WIB pada hari pertama dan 07.00-09.00 WIB pada hari kedua.

Mengangkat tema tentang persoalan hati “Cerdas Mendidik Hati, Raih Ketenangan Hakiki”, kegiatan ini bawakan langsung oleh ustaz Muhammad Taufan Djafri, wakil ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Makassar dan pimpinan sekolah al-Qur’an Darul Marhamah, melalui aplikasi zoom.

Sebagai pemateri, ustaz Taufan Djafri, panggilan akrap beliau mnyampaikan bahwa agar kita harus gunakan hati untuk beribadah kepada Allah.

“Saya mengingatkan untuk memperbaiki hati, bukan hanya memperbaiki hubungan dengan Allah namun kita memperbaiki hubungan dengan lingkungan kita. Kadang hubungan dalam lingkungan bisa menjadi lebih besar yang akan menjadi bumerang sehingga mempengaruhi ketenangan hati kita,” ungkap ustaz Taufan Djafri.

Ustaz Taufan Djafri menambahkan bahwa ketenangan adalah kelapangan hati seorang hamba terhadap apa yang ia rasakan. Siapa yang merasakan Surga di dunia maka ia akan merasakan Surga diakhirat maka ketenangan, kekhusyuan, kelezatan ibadah, inilah Surga di dunia yang akan kita rasakan. Solusinya perbaiki hati kita. Masukkan cahaya dalam hati, bersihkan hati.

MRO diikuti oleh 285 peserta yang sebelumnya telah mendaftar pada link grup WhatsApp yang telah disediakan panitia pelaksana.

Nurul Izzah Pratiwi yang merupakan peserta MRO menuturkan bahwa ia bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti majelis ilmu di tengah pandemi ini.

“Alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk mendapat ilmu untuk men-charge ruhyah kita, dengan event seperti ini kita bisa lebih memantapkan hati, membenahi hati kita ditengah pandemi ini kita jarang bertemu dengan saudari saudari seiman, berinteraksi dan mendapat ilmu baru,” ungkap Nurul Izzah Pratiwi. (*SK)

You may also like

Leave a Comment