FMDKI.ORG, MAKASSAR – Lembaga Dakwah (LD) An-Nahl Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelar Study and Training Islam Insentif (STRAIN), Sabtu (17/12/2022).
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid An-Nahl untuk muslim dan Aula Fakultas Peternakan Unhas untuk muslimah, dengan menghadirkan peserta sebanyak 76.
Abudzar Abdurrahman, selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan mengikuti STRAIN ini bisa menjadikan diri beradab dan berilmu.
“Saya sangat berharap nantinya teman-teman setelah mengikuti STRAIN ini dapat menjadi peribadi yang beradab dan selain memiliki ilmu dunia juga mempunyai bekal ilmu akhirat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan Bapak Hikmah M. Ali selaku Wakil Dekan I Fapet Unhas. Pada pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah untuk membentengi diri di kehidupan selanjutnya.
“Saya sangat antusias terhadap kegiatan kegiatan seperti ini karena kegiatan kegiatan seperti ini dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sebenarnya saya sangat berharap agar sebagian besar mahasiswa muslim di peternakan ini ikut dalam kegiatan seperti ini karena kegiatan ini merupakan satu langkah kita dala membentengi diri kita untuk kedepannya,” katanya.
Pak Hikmah sapaan akrabnya menambahkan harapannya agar LD An-Nahl bisa mewadahi mahasiswa dalam kegiatan berikutnya.
“Dengan adanya kegiatan ini saya juga berharap kepada lembaga An-Nahl agar lebih mewadahi lagi para mahasiswa kita misalnya nanti kedepannya kita buat program seperti pesantren kilat untuk mengisi waktu libur mahasiswa dan juga kita bisa buat program bagaimana mahasiswa kita dapat menghafal minimal 1 juz 1 orang,” tutupnya.

Materi pertama dibuka dengan judul ‘Hakikat Kehidupan Fatamorgana’ di bawakan oleh Ustazah Jannah kanda seorang Trainer dan Da’iyah yang menyampaikan bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan penentu kehidupan selanjutnya.
“Perlu kita ketahui bahwa perjalanan kita masih panjang bagaimana dari bangunnya sampai tidurnya kita kembali semua bisa bernilai ibadah,” ungkap mantan pengurus Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia tersebut.
Adapun materi kedua disampaikan oleh Nur Qalbi seorang Da’iyah dan guru dengan materinya ‘Mulia dengan Al-Qur’an’. Alumni Unhas tersebut menuturkan bahwa berjuang untuk Al-Qur’an karena hal itu merupakan petunjuk dalam kehidupan.
“Kehidupan kita hanya sementara kita akan pulang kampung dan pulang kampung tentu dengan bekal untuk menuju di hadapan-Nya nanti,” ujarnya.
Sebelum materi dimulai, panitia mengajak para peserta untuk membuat chicken nugget dan lomba menghias sajian tersebut.
Selanjutnya diakhir acara panitia membacakan pembagian kelompok belajar Islam intensif kepada para peserta yang hadir. Sebuah program pembelajaran Al-Qur’an setiap pekannya.
Reporter: Putri
Editor: Sinta Kasim
