FMDKI.OR.ID, TANGERANG – Komunitas Journey to kaffah dan Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) berkolaborasi dalam kegiatan Awareness of LGBTQ Issue, Sabtu (30/09/23).
Kegiatan ini dihadiri 118 peserta dengan mengangkat tema “Upaya Pencegahan dan Solusi Perilaku Seksual Menyimpang dalam Perspektif Islam” yang berlangsung pada pukul 08.00 – 12.00 WIB.
Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tangerang Selatan, Ibu Rina Umar menjelaskan dampak LGBT mengakibatkan timbulnya berbagai masalah. Mulai dari angka kelahiran karna sudah pasti sesama jenis tidak bisa menghasilkan keturunan.
“Dalam perspektif ketenagakerjaan, LGBT tentunya akan berdampak dalam produktivitas kerja mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas kerja bahkan yang terparah adalah stop poduksi atau adanya kesulitan untuk melanjutkan proses produksi,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Ibu Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, Ustazah dr. Muhyina Nur, dan Ustazah Fauziah Ramdani.
Prof. Euis yang merupakan pemateri pertama menjelaskan tentang aktivis LGBT di dukung oleh lebih banyak organisasi resmi yang memiliki sumber pendanaan.
“Dibalik organisasi-organisasi LGBT ada juga misalnya sebagian dari unilever, baru kemudian cocacola, starbucks, kemudian IKEA jadi kita harus tahu juga sehingga kita juga harus mengendalikan diri untuk tidak membesarkan mereka dengan cara tidak mengkonsumsi secara sengaja,” terang Dosen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB).
Guru Besar IPB tersebut juga menyatakan bahwa beberapa perusahaan sudah terang-terangan mengatakan sebagian keuntungan dari perusahaannya akan disumbangkan untuk LGBT.
“Bahkan perusahaan starbucks sudah menyatakan keuntungan mereka sekian persen untuk mensupport LGBT bahkan mereka ada pendanaan untuk sekolah, avokasi publik, penguasaan media dan masih banyak lagi,” terangnya.
Adapun selaku pemateri kedua, dr. Muhyina menjelaskan dari sisi perspektif kesehatan bahwa LGBT bukan faktor genetik.
“Penelitian yang dilakukan oleh MIT Oxford University yang memeriksa 500 ribu orang gay itu ternyata hasil penelitian nya tidak ada faktor genetiknya. Jadi tidak ada gen gay, tidak ada gen lesby tidak ada gen transgender dalam kromosom yang 23 pasang itu, dan kromosom kita jelas XX (perempuan) XY (laki-laki),” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Fauziah Ramdani juga memaparkan unsur-unsur self awareness.
“Untuk memunculkan rasa kesadaran diri terhadap fenomena LGBT ini tidak cukup hanya dengan belajar islam saja, membaca buku saja, dan memberi tahu agar menjauhi perbuatan tersebut tetapi kita juga harus memahami bahwa kesadaran diri tidak akan terbentuk kalau kita tidak tahu apa saja yang harus kita kuatkan dalam diri kita,” ujarnya.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab Makassar tersebut juga menyampaikan tiga poin penting untuk mengetahui self awareness.
“Dalam ilmu psikologi kalau kita mau mengetahui self awareness maka kurang lebih ada tiga hal yang harus kita pahami yaitu self concept, self-esteem, multiple-selves,” paparnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Komunitas Journey To Kaffah dan ditutup dengan persembahan video dari panitia dan pembagian link google form Kelompok Belajar Islam untuk semua kalangan sebagai follow up kegiatan.
Reporter: Sri Safira
Editor: Sinta Kasim
