FMDKI.OR.ID, GORONTALO– Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Gorontalo Gelar Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Sabtu (24/02/2024).
Kegiatan yang sukses dilaksanakan di Ruang Pertemuan Perpustakaan Umum Provinsi Gorontalo Lantai dua tersebut mengangkat tema “Ramadhan, Full of Power (Memetik Hikmah Perjuangan Palestina)” yang dihadiri oleh 89 mahasiswi dari berbagai kampus di Gorontalo.
Dr. Rahmatiah, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kemudahan yang Allah berikan untuk bisa hadir di tempat yang penuh berkah adalah suatu nikmat yang patut di syukuri.
“Untuk bisa berada di tempat ini adalah suatu nikmat dari Allah yang patut kita syukuri, karena kita akan mendapatkan ilmu tentang bulan ramadhan yang sungguh besar nilainya tidak hanya di dunia tapi juga insya Allah di akhirat,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, ketua FMDKI Gorontalo Susanti Abas berharap agar kegiatan ini bukan hanya memberi rasa suka cita menyambut bulan Ramadan, tetapi memberikan pemahaman dan juga mengambil pelajaran bagaimana perjuangan saudara-saudara di palestina.
KARIMAH ini hadirkan dua pemateri. Pertama dibawakan oleh salah seorang Daiyah, Ustazah Nurmuslimah Hula berjudul “Ramadhan, Bulan Para Pejuang”.
Pada awal pemaparannya, ustazah yang biasa di sapa Ummu Maryam tersebut menjelaskan bahwa Allah ta’ala menyerukan seruan kemenangan bagi setiap hamba-hambaNya.
“Dengan berpuasa berarti kita bisa menahan haus, menahan lapar, menahan hal-hal yang bisa membatalkan puasa kita, dan semua itu butuh perjuangan, jadi seruan untuk berjuang meraih kemenangan itu bisa di dapatkan dengan berpuasa dan dengan itu kita berharap mendapat kemenangan berupa ketakwaan dan dihapuskannya dosa-dosa,” ujarnya.
Turut hadir ustadzah Irmawati sebagai pemateri kedua, yang membawakan materi “Ramadan Tahun Ini (Refleksi Spirit Perjuangan Dari Bumi Palestina)”.
Ustazah Irmawati mengajak peserta untuk memanfaatkan Ramadan agar supaya termasuk orang-orang khusus yang banyak orang berharap termasuk di dalamnya.
“Ada puasa orang-orang yang secara khusus, yaitu puasanya orang-orang sholeh, mereka tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus melainkan mereka juga menjaga lisan-lisan mereka untuk tidak berkata kotor, menjaga jari-jari dari, menjaga mata dan menjaga semuanya, maka harusnya kita berharap termasuk dalam puasa orang-orang khusus,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, panitia mengarahkan peserta dalam kelompok belajar Islam bersama Gen Hijrah, sebuah komunitas belajar Islam FMDKI dan juga pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada peserta pendatang pertama, peserta yang bertanya, dan peserta yang menyimpulkan materi.
Reporter: Megawati Kadir
Editor: Sinta Kasim
