Home FMDKI NEWSKajian Muslimah FSA UNIMA, Ini Kata Ustazah Nurdiani Tentang Dampak Positif dan Negatif Screentime

Kajian Muslimah FSA UNIMA, Ini Kata Ustazah Nurdiani Tentang Dampak Positif dan Negatif Screentime

by Admin 1 FMDKI News
0 comments

FMDKI.OR.ID, TONDANO–Forum Study Annisa Universitas Negeri Manado (FSA UNIMA) gelar Kajian Islam Ilmiah Muslimah (KALAMILAH) mereka part ke-7, Ahad (20/10/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Putri Cendrawasi Papua tersebut dihadiri oleh 16 peserta dengan tema “Screentime 24/7, Jangan ya dek ya #KebiasaanBaruWithFSA”.

Rini Kusuma Safitri selaku sekretaris panitia, harapkan kegiatan ini dapat mengubah mindset peserta tentang screentime yang berlebihan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kita ilmu serta pemahaman tentang mengubah kebiasaan baru tanpa harus 24 jam dengan alat elektronik, apalagi sebagai seorang muslimah pada kondisi saat ini dan bisa menerapkan cara berpikir positif yang selalu melibatkan Allah. Menanamkan dalam diri kita bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Allah,” ungkapnya mewakili ketua panitia.

Senada dengan itu, Ketua FSA Fradita Tenderengan mengungkapkan harapannya tentang kegiatan ini, agar peserta dapat menemukan hal-hal positif sebagai pengganti dari kebiasaan buruk screentime.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan kita terkait kebiasaan buruk menatap layar gadget secara terus menurus, dan bisa mengubah kebiasaan buruk itu dengan hal-hal positif yg dapat mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini hadir sebagai pemateri Ustazah Nurdiani yang menyampaikan tentang dampak positif dan juga dampak negatif dari screentime yang berlebihan.

Ustazah Nurdiani pada awal materinya banyak mengangkat tentang screentime itu sendiri secara umum, memberikan pemahaman tentang apa itu screentime, sejarah, dan perkembangannya.

“Sebenarnya screentime itu sudah ada sejak dulu, tetapi perkembangan teknologi membuat kecanggihannya semakin maju,” ucapnya.

“Dulu screentime itu hanya satu arah, kita hanya bisa menikmati, saat ini screentime sudah bersifat dua arah atau lebih, adanya timbal balik antara kedua belah pihak,” lanjutnya, saat membahas tentang sejarah perkembangan dari screentime.

Dalam pemaparannya, Ustazah Nurdiani lebih mendalam membahas tentang dampak-dampak yang diakibatkan dari screentime. Ia berpesan bahwa screentime itu tidak dilarang, yang dilarang adalah ketika penggunaannya sudah berlebihan, apa lagi sudah mengganggu waktu beribadah. Karena sebaik dan sebanyak apapun manfaat yang diberikan, tetap akan ada sisi negatif yang ditimbulkan jika menggunakannya secara berlebihan.

“Menerapkan screentime yang bijak diperlukan untuk anak-anak dan orang dewasa. Pada anak-anak atau remaja screentime dapat membantu perkembangan motorik, literasi, komunikasi, serta kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Pada orang dewasa, screentime sangat membantu memudahkan penyelesaian pekerjaan,” jelasnya.

Ustazah Nurdiani melanjutkan jika dampak positif lainnya adalah dapat memudahkan komunikasi, mengerjakan tugas, berjualan online, mencari informasi, streaming kajian, dan lainnya.

“Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan, seperti kesehatan mata, kecanduan terhadap hal-hal yang menyenangkan, kelelahan fisik, hormon yang tidak stabil, dan lain-lain,” ucapnya.

Ustazah Nurdiani yang juga alumni Mega Rezky Makassar tersebut menjelaskan, bahwa waktu merupakan salah satu nikmat dari Allah. Mensyukuri nikmat waktu yang diberikan dengan cara menggunakannya dalam perkara yang baik dan bermanfaat. Seringkali juga saat kita terlalu asik, sampai-sampai rasanya waktu 24 jam itu tidak cukup.

“24 jam selalu merasa masih kurang, padahal Allah sudah memberikan waktu yang cukup untuk kita, yang menentukan waktu pada diri-diri kita, adalah kita. Jika kita ingin berleha-leha ya silahkan, jika kita ingin bergegas maka lebih baik lagi. Karena jangan sampai kita menyesal telah membuang-buang waktu saat (tiba) kita sakit, maka perlu kita memanfaatkan waktu saat sehat,” tegasnya.

Menuju akhir sesi materinya, Ustazah Nurdiani mengajak peserta untuk merenungi beberapa dalil yang membahas tentang waktu, salah satunya adalah Qur’an Surah Fatir ayat 37. Menjelaskan bahwa orang-orang yang ada di Neraka meminta dikembalikan di dunia agar bisa beramal, karena mereka menyesali perbuatannya selama hidup di dunia.

Pada akhir kegiatan ada tanya jawab, peserta memberikan contoh kegiatan yang baik digunakan sebagai pengganti dari kebiasaan buruk screentime, seperti berolahraga, mengembangkan hobby, dan hal positif lainnya. Panitia juga melakukan sosialisasi kelompok belajar Islam intensif dan program perbaikan bacaan Al-Qur’an.

Reporter: Nurannisa Azzahra
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment