FMDKI.OR.ID, GOWA – Menjelang bulan Ramadan, Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Makassar bekerja sama dengan Lembaga Kajian Al-Qur’an Mahasiswa Pecinta Masjid (LKA MPM) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sukses menyelenggarakan Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH) bertajuk “Ramadhan Upgrade Diri, Unlock Taqwa Level Maksimal”, Jumat (16/01/2026).
Kegiatan ini diadakan di Masjid Amr Su’ud bin Fadh UINAM dan diikuti oleh 25 peserta muslimah dari berbagai fakultas di UINAM dan Universitas Hasanuddin,
Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM, Dr. Rahmawati Haruna, S.S., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara ini yang dinilai sangat bermanfaat untuk mahasiswa, terutama dalam menyiapkan bekal terbaik sebelum Bulan Ramadan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada pelaksana, karena sudah memberikan ruang atau wasilah kebaikan untuk mahasiswi di kampus ini agar bisa terus belajar dan mengupgrade diri mereka,” ujarnya.
Dr. Rahmawati juga menekankan pentingnya terus belajar meskipun kesibukan semakin banyak, mengingat ilmu agama tidak mengenal waktu.
”Justru saya juga berharap bisa belajar dan mendapatkan wasilah-wasilah kebaikan seperti ini. Walaupun kesibukan saya banyak dan umur saya tidak lagi muda sebagaimana semua peserta yang hadir dihadapan saya ini, tapi saya sadar betul bahwa sejatinya untuk belajar Islam tidak mengenal ruang atau waktu. Mau kita sibuk atau tidak yang namanya mempelajari agama kita itu wajib,” ungakpnya.
Kegiatan KARIMAH kali ini sengaja dirancang untuk menyesuaikan dengan gaya hidup para mahasiswa Gen Z, dengan melibatkan mereka dalam berbagai aktivitas interaktif.
Yustika Rijal, selaku pembina, menjelaskan bahwa tahun ini mereka menyelenggarakan workshop yang mengandung banyak elemen yang digemari oleh mahasiswa, seperti pembuatan kelompok diskusi bertema menarik, membuat mading mini tentang Ramadan, serta yel-yel.
“Tujuan dari sesi diskusi adalah untuk menggali bagaimana mahasiswa menghadapi Ramadan mereka, serta kendala-kendala yang dihadapi dan solusinya. Dengan kegiatan ini, para peserta merasa dilibatkan dan lebih dekat satu sama lain,” jelas Yustika.
Sebagai pemateri, Ustazah Nurjannah, S.Si., yang juga seorang guru dan daiyah, menyampaikan materi mengenai pentingnya Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas takwa.
“Makna upgrade diri dalam Islam adalah dari iman yang standar menjadi iman yang hidup, dari ibadah yang formal menuju ibadah yang bermakna, dan dari sekadar identitas Islam menjadi Islam sebagai way of life,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustazah Nurjannah menjelaskan bahwa Ramadan bukan hanya rutinitas, tetapi sebuah transformasi spiritual. “Target dari Bulan Ramadan adalah untuk meningkatkan takwa, sebagaimana Allah sampaikan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba mading mini, di mana empat kelompok diskusi berlomba untuk meraih juara satu, dua, tiga, dan harapan. Selain itu, banyak doorprize menarik yang disediakan oleh panitia. Juga tak kalah penting, kegiatan ini juga melahirkan “Qur’anic Circle”, sebuah wadah belajar Al-Qur’an yang terbuka tanpa batas bagi semua peserta.
Dengan antusiasme yang tinggi, para peserta pun merasa lebih siap untuk menyambut bulan suci dengan semangat baru untuk terus mengupgrade diri mereka, baik dalam aspek ibadah maupun kualitas takwa.
Reporter: Wahyuni
