FMDKI.OR.ID, MAKASSAR — Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) sukses menyelenggarakan Muktamar VI FMDKI yang dirangkaikan dengan Pemilihan Ketua FMDKI Pusat Periode 2026–2028 pada Jumat-Sabtu, (13–14/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring, dengan pusat pelaksanaan di Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar.
Mengusung tema “Nilai Juang Muslimah: Mengokohkan Izzah dan Spiritualitas dalam Merumuskan Kontribusi Strategis Menuju Peradaban Ummat”, muktamar ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerak dakwah kampus sekaligus memperkuat sinergi antarwilayah dan daerah di seluruh Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hari pertama dimulai pukul 14.00 hingga 23.00 WITA, dilanjutkan hari kedua pukul 09.00 hingga 14.30 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 98 peserta yang terdiri dari alumni, pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Lembaga Dakwah Muslimah, serta para undangan dari berbagai wilayah di Indonesia, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara daring.
Pada sesi taujihat, Wakil Ketua I Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam memilih pemimpin. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban.
“Jika antunna merasa berat dalam proses pemilihan ini, maka yang terpilih pun tidak akan ringan menjalankannya. Bahkan yang memilih akan memikul tanggung jawab yang lebih besar. Kita tidak bisa sekadar menunjuk tanpa pertimbangan matang. Saya salut kepada yang sportif mengakui kesalahan. Jika ada yang siap membersamai dan bergandengan tangan, maka insyaAllah amanah itu akan terasa lebih ringan.” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan dakwah dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, serta kebersamaan dalam perjuangan.
Puncak muktamar ditandai dengan terpilihnya Ketua FMDKI Pusat Periode 2026–2028, Ukhty Supriati, S.Pd.I., Gr. Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, beliau menyampaikan bahwa amanah dakwah kampus tidak mungkin dijalankan sendiri.
“Dakwah kampus bukan amanah yang mudah untuk diemban. Kami tidak mungkin berdiri sendiri. Kami selalu membutuhkan antunna, membutuhkan tim, dan tentu saja membutuhkan pertolongan Allah. Kami butuh ide, gagasan, dan masukan dari Makassar, wilayah, hingga daerah seluruh Indonesia. Kami sangat terbuka untuk itu. Semoga Allah memberikan kekuatan dan memudahkan kita untuk berkolaborasi dalam menjalankan amanah ini.” ungkapnya.
Suasana haru dan solidaritas turut mengiringi momen tersebut. Salah satu perwakilan tim yang membersamai menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kepemimpinan yang baru.
“Semoga Allah menguatkan pundak-pundak Hafsah. Sebagaimana yang beliau sampaikan, kami berada di sini dan tidak akan meninggalkannya. Di mana pun posisi kami, di depan ataupun di balik layar, kami akan tetap membersamai. Harapan besar untuk FMDKI sangatlah besar, dan kami siap membersamai dalam setiap langkah.” tuturnya.
Muktamar VI ini diharapkan menjadi titik awal penguatan nilai juang muslimah dakwah kampus, memperkokoh izzah dan spiritualitas, serta melahirkan kontribusi strategis menuju peradaban umat yang lebih bermartabat.
Semoga Allah meneguhkan langkah para muslimah pejuang dakwah kampus dalam mengemban amanah dan merajut kontribusi terbaik untuk umat.
Reporter: Hamdana
Editor: Admin FMDKI News
