Home ARTIKELHijrahku Kini dan Nanti

Hijrahku Kini dan Nanti

by Sinta Kasim
0 comments

Kata hijrah (هِجْرَةٌ) berasal dari akar kata hajara (هَجَرَ) yang memiliki arti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan. Hijrah juga memiliki beberapa arti termasuk proses hijrah Rasulullah dari kota Mekkah ke Madina. Namun, makna hijrah yang saat ini dipahami oleh masyarakat adalah proses perubahan menuju kebaikan dari yang sebelumnya berada dalam kesesatan.

Setiap manusia haruslah terus berproses menjadi baik, karena hijrah tak berhenti hanya sampai ketika kita menggunakan hijab yang syar’i, mengubah penampilan untuk menutupi aurat. Hijrah adalah proses mengubah diri untuk baik dan terus menjadi lebih baik setiap harinya.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Terjemahnya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah:218).

Setiap yang berhijrah haruslah menjadikan Allah satu-satunya alasan dari setiap perubahan tersebut. Jangan berhenti dan merasa puas, karena proses hijrah akan berakhir disaat kematian menghampiri.

Mengubah penampilan adalah langkah pertama dari setiap hijrah yang kita lakukan, karena yang utama adalah bagaimana perubahan pada diri menjadi lebih baik dari adab dan akhlak.

Tak sedikit di antara kaum muslimin setelah hijrahnya lalu kembali ke masa gelapnya, padahal ia telah berjibaku melawan segala rintangan demi proses tersebut.

Inilah kenapa hijrah tak sekadar penampilan karena setiap kita pun mudah melakoninya, yang tersulit adalah bagaimana agar tetap kokoh menjaga benteng agar tak diruntuhkan oleh setan.

Seorang yang melakukan hijrah tentu harus menjaga diri dari lingkungan yang dahulu menjerumuskan dan senantiasa memperhatikan di mana kelak ia melanjutkan proses hijrah, tempat di mana ia akan terus membenahi diri.

Seorang muslim juga harus terus menjaga niatnya agar senantiasa kepada-Nya. Sebagaimana dalam hadis  dari Umar bin al-Khattab berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

Artinya: “Perbuatan-perbuatan itu hanyalah dengan niat dan bagi setiap orang hanyalah menurut apa yang diniatkan. Karena itu, siapa yang hijrahnya itu kepada kerelaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya ialah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa hijrahnya untuk memperoleh keduniaan atau wanita yang bakal dikawininya, maka hijrahnya itu ialah kepada apa yang telah dihijrahi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jangan menunda hijrah yang sedang kamu niatkan, karena setiap proses yang kita jalani akan senantiasa dicatat oleh Allah sebagai amal kebaikan atau keburukan, jika tidak dalam ketaatan maka kita akan ditarik dalam pusaran keburukan.

Insya Allah segala proses ke depannya ada kemudahan. Allah tak mungkin meninggalkan hambanya yang ingin mengubah diri ke arah yang lebih baik, karena jika bukan sekarang maka kapan lagi?

Tak ada yang tahu kapan Allah akan menghentikan jatah usia seseorang. Hanya menunggu waktu kapan tiba dan semuanya berakhir. Maka sebelum semua terlambat maka mari berhijrah kepada hal yang lebih baik.

Wallahu a’lam

________

Penulis: Mukhlishah_SnKs

You may also like

Leave a Comment