Home FMDKI NEWSKajian Rutin UKM LDK MPM UNHAS, Ustaz Daeng Rate: Apakah Nabi Butuh Selawat Kita?

Kajian Rutin UKM LDK MPM UNHAS, Ustaz Daeng Rate: Apakah Nabi Butuh Selawat Kita?

by Admin 1 FMDKI News
0 comments

FMDKI.OR.ID, MAKASSAR- Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla (UKM LDK MPM), Universitas Hasanuddin (UNHAS) gelar Kajian Rutin tentang kitab Tadzkiratus Saami’ Walmutakallim Fii Adabil ‘Alim Wal Muta’allim, Selasa (31/10/23).

Kajian Rutin ini mengangkat tema, “Filosofi Hamdalah dan Shalawat” yang berlangsung di Mushalla MPM pada pukul 16.00 WITA dengan dihadiri oleh 18 peserta ikhwan dan 26 akhwat.

Alvira Odilia selaku penanggung jawab kegiatan menuturkan, tujuan dilaksanakannya Kajian Rutin Kitab ini adalah sebagai wasilah bagi mahasiswa UNHAS dalam menuntut ilmu syar’i dengan follow up kegiatan berupa pembentukan kelompok belajar Islam bagi yang belum memiliki.

Kajian yang dibawakan oleh Ustaz Daeng Rate, S.P., Lc lebih banyak membahas terkait dengan selawat.

“Barangsiapa yang berselawat kepadaku 1 kali ikhlas dari hatinya, maka Allah akan berselawat untuknya 10 kali selawat, menaikkan derajatnya 10 kali, mencatat untuknya 10 kali kebaikan, dan menghapus untuknya 10 keburukan,” kutipnya pada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Nayar.

Ustaz Daeng, sapaan akrab founder @nekattobat ini membeberkan keutamaan selawat selain pada hadist tersebut.

“Terdapat pula keutamaan selawat dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 bahwa, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. Dalam ayat ini, selawat menjadi ibadah langsung yang dikerjakan oleh Allah,” paparnya.

Pada kesempatan sharing dengan peserta, Ustaz Daeng memberikan pertanyaan basic terkait apakah Nabi butuh selawat kita? Beberapa peserta ada yang mengatakan tidak, namun terdapat pula yang mengatakan bahwa Nabi butuh dengan selawat kita sebagai jalan untuk memberikan syafaat kepada umatnya melalui selawat.

Terdapat dua jawaban yang berbeda, membuat Ustaz Daeng memberikan penjelasannya.

“Apakah Nabi butuh dengan selawat kita? Tentu tidak, tapi selawat merupakan salah satu adab kita kepada Nabi,” terangnya.

Sebagai penutup, Ustaz Daeng menyampaikan bahwa orang yang bakhil (kikir) adalah mereka yang ketika disebut nama Rasulullah, tapi tidak berselawat kepadanya.

Reporter: Nurhidayah
Editor: Wahyuni

You may also like

Leave a Comment