FMDKI.OR.ID, KENDARI — Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Kendari bekerja sama dengan LDK Babusysyfa Poltekkes Kemenkes Kendari sukses menggelar Kajian Ramadan Ilmiah Muslimah (KARIMAH) 1447 H, Ahad (15/2/2026), di Rumpang Coffee Space.
Mengusung tema “Ramadan Upgrade Diri: Unlock Taqwa Level Maksimal”, kegiatan ini berlangsung pukul 07.30–12.30 WITA dan diikuti oleh 36 peserta dari berbagai universitas se-Kota Kendari. Suasana kajian yang hangat dan penuh semangat menjadi bukti antusiasme muslimah kampus dalam menyambut bulan suci dengan persiapan terbaik.
Ketua FMDKI Daerah Kendari, Murni Nurmae, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk meluruskan niat dan memperbaiki kualitas ibadah.
“Ramadan tahun ini kita awali dengan niat yang tulus, sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan sepenuh hati,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar rutinitas tahunan.

KARIMAH kali ini menghadirkan Ustazah Malullana, S.T., Gr., seorang Guru sekaligus Daiyah, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan keistimewaan puasa sebagai amalan yang paling rahasia di sisi Allah.
“Amalan yang paling rahasia dan langsung dihisab oleh Allah adalah berpuasa. Orang lain tidak akan tahu apakah kita benar-benar berpuasa kecuali jika kita sendiri yang mengungkapkannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan kunci istiqamah selama Ramadan. Menurutnya, langkah pertama adalah meluruskan niat hijrah karena Allah, kemudian bermujahadah atau bersungguh-sungguh dalam memperbaiki diri.
“Bagaimana agar kita istiqamah? Pertama, niatkan hijrah karena Allah. Lalu bermujahadah dengan sungguh-sungguh. Kita harus mengikhtiarkan dan mencari komunitas yang baik. Semua jenis hubungan akan mendatangkan permusuhan, kecuali persahabatan karena Allah,” tambahnya, menguatkan pentingnya lingkungan yang saling menasihati dalam kebaikan.
Akhir kegiatan, salah satu peserta, Elis dari Poltekkes Kemenkes, mengungkapkan refleksinya setelah mengikuti kajian tersebut. Ia berharap Ramadan kali ini menjadi momentum perubahan nyata dalam hidupnya.
“Bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, memperbaiki shalat, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah di Bulan Ramadan,” tuturnya penuh harap.
Selain itu, ia juga mengakui kekurangannya selama ini. “Saya sadar bahwa selama ini saya terlalu jauh dari jalan Allah. Kadang shalat tidak tepat waktu, apalagi Subuh sangat susah bangunnya,” ujarnya lirih.
Melalui KARIMAH 1447 H, FMDKI Kendari berharap lahir muslimah kampus yang tidak hanya semangat menyambut Ramadan, tetapi juga mampu menjaga konsistensi ibadah hingga meraih derajat takwa yang maksimal.
Reporter: Sabitri Aderiani
Editor: Wahyuni
