FMDKI.OR.ID, PALOPO-Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Palopo kembali gelar Kajian Ramadan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Ahad (03/03/24).
Kajian yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan 125 peserta di Aula Ratona Kantor Walikota Palopo dengan tema “Ramadhan Full of Power (Memetik Hikmah Perjuangan Palestina)”.
Ketua FMDKI Palopo, Nurfadillah mengungkapkan mengapa perjuangan Palestina menjadi tema penting pada KARIMAH kali ini.
“Hidup dengan kondisi sulit yang penuh dengan keterbatasan tak membuat iman warga Pelestina goyah apalagi menyerah. Keteguhan, kesabaran dan keyakinan mereka yang tak tergoyahkan terhadap ketentuan Allah Subhanahu Wata’ala begitu menginspirasi dunia. Spirit perjuangan inilah yang selalu ingin kita bawa dalam hidup kita,” tuturnya.
Muslimah yang berprofesi sebagai guru tersebut, berharap kegiatan KARIMAH menjadi momen untuk kita berbenah menuju pribadi yang bertakwa.
Senada dengan itu, Seriyanti Sekretaris Universitas Mega Buana Palopo yang hadir selaku pembuka kegiatan, juga menuturkan harapannya kepada seluruh peserta.
“Selayaknya kita semua bersyukur karena kita punya tempat belajar agar kita menjalankan bulan Ramadan nantinya dengan ilmu dan pemahaman yang benar, “ungkapnya.
Lebih lanjut, sesi materi pada kajian ini disampaikan oleh dua daiyah Daerah Palopo.
Materi pertama oleh Ustazah Riska Basir, Daiyah dan Guru Penggerak Kota Palopo membahas tema bertajuk “Ramadhan Bulan Para Pejuang”.
Ustazah Riska mengawali sesi materi dengan mengajak peserta untuk mengenal tentang penamaan bulan Ramadan.
“Kata Ramadan sendiri diambil dari kata Ramidha berarti panas, para ulama menjadikan makna panas pada kata Ramadan dengan arti membakar atau menghapus semua dosa-dosa yang berpuasa pada bulan tersebut,” paparnya.
Selanjutnya, materi kedua dibawakan oleh ustazah Hasmawati Daiyah dan Guru, membahas tema “Refleksi Spirit Ramadhan dari Negeri Para Syuhada”.
Menariknya, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sesi penampilan monolog bertema Perjuangan Palestina yang mengundang haru seluruh peserta dan diawali dengan menuliskan surat cinta untuk Palestina.
“Iya kak terasa sekali, baru agak gemetar juga karena tadi sangat mendalami, ikut terharu pokoknya,” tutur Nilam dari Institut Agama Islam Negeri Palopo.
Turut menyampaikan kesannya, Nursafitri alumni IAIN selaku peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dirinya.
“Kegiatan ini yang kedua kalinya saya ikuti, karena kegiatan yang dilakukan seperti ini sangat bermanfaat bagi saya maupun teman-teman yang lain pastinya, terutama untuk memotivasi dan menguatkan diri saya dalam mencapai goals nantinya di bulan Ramadan bulan kemuliaan yang penuh berkah ini,” pungkasnya.
Reporter: Mawarni
Editor: Sinta Kasim
