FMDKI.OR.ID, TANJUNG SELOR – Forum Muslimah Dakwah Kampus (FMDK) Indonesia bekerjasama dengan Komunitas Sahabat Muslimah Tanjung Selor untuk pertama kalinya menggelar Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Ahad (03/03/24).
Angkat tema “Ramadhan Full of Power (Memetik Hikmah Perjuangan Palestina)” ini berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Tanjung Selor dan dihadiri sebanyak 63 peserta dari berbagai Kampus dan Sekolah, serta muslimah umum lainnya.
Suci Indah Sari selaku Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan KARIMAH ini.
“Kegiatan ini terlaksana atas izin Allah dan juga kerjasama para panitia. Olehnya kami ucapkan syukran jazakumullahu khairan kepada panitia dan juga sponsor yang telah menyukseskan acara ini,” ujarnya.
Turut hadir Ibu Nurjanah, S.Ag selaku perwakilan Guru SMA Negeri 1 Tanjung Selor, dalam sambutannya mengajak peserta untuk memprioritaskan kegiatan tersebut.
“Anak-anakku yang hadir, Hp-nya disimpan dulu. Jadikan kegiatan ini prioritas agar bisa mendapatkan ilmu untuk Ramadan kita yang lebih baik,” tuturnya.
Hadir sebagai pemateri pertama, Ustazah Andini Taufik, S.S menyampaikan keistimewaan bulan suci Ramadan.
“Kenapa Ramadan menjadi bulan Istimewa? Karena di bulan inilah dosa kita diampunkan oleh Allah, sebagaimana manusia tempatnya dosa. Tapi tentunya harus melewati perjuangan, dan setiap perjuangan akan menuju kemenangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustazah yang pernah menjadi Ketua FMDKI Makassar periode 2014/2015 ini juga menerangkan bahwa Allah memiliki perhitungannya sendiri terhadap besarnya pahala yang diberikan kepada hamba-Nya.
“Pahala itu tidak dihitung matematika, itu adalah perhitungan Allah. Karena begitu besarnya pahala yang didapatkan oleh orang yang berpuasa,” terangnya.
Pada materi kedua, Ustazah Hanafia Husna mengajak peserta agar segera mengganti hutang puasa yang ditinggalkan.
“Beda rasanya berpuasa bulan Ramadan dengan mengganti puasa yang ditinggalkan. Di luar Ramadan godaannya lebih berat,” ucapnya.
Senada dengan itu, Ummu Muhammad sapaan akrabnya mengatakan bahwa kebaikan atau keburukan yang dilakukan akan kembali kepada orang yang mengerjakannya.
“Kebaikan apapun yang kita kerjakan akan kembali pada diri kita, dan keburukan apapun yang kita kerjakan juga akan kembali kepada diri kita. Jadi tinggal memilih mau melakukan kebaikan atau keburukan?,” sambungnya.
Setelah sesi materi, MC mengajak peserta berdonasi untuk Palestina dan berhasil mengumpulkan sebanyak Rp. 782.473,81 yang akan disalurkan lewat Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ).
Kemudian menjelang berakhirnya kegiatan, panitia mensosialisasikan Generasi Hijrah (Gen-H), yang merupakan program atau kegiatan belajar Islam secara intensif (berkesinambungan) untuk muslimah, dengan tujuan untuk membantu muslimah dalam perjalanan hijrah-nya dan produktif dalam segala aktifitasnya.
Reporter: Mutmainnah Jufri
Editor: Sinta Kasim
