FMDKI.ORG, MAKASSAR–Untuk kali pertama sejak tahun 2014, Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH) diadakan secara online pada hari, Sabtu (18/4/2020).
KARIMAH merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) setiap tahunnya untuk menyambut bulan Ramadhan. Serentak dilaksanakan hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Mengangkat tema “Milenial, Upgrade Ramadhanmu Raih Pahala Tanpa Batas. Lockdown, Ramadhan Unlock”, kegiatan ini diikuti oleh 3.467 peserta yang tergabung di grup facebook.
Siaran materi dilakukan secara live streaming di grup facebook oleh dua pemateri yaitu pemateri pertama ustaz Muhammad Ikhwan Jalil, Alumni Universitas Islam Madinah dan pembina Sahabat Hijrah Makassar serta pemateri kedua Peggy Melati Sukma atau yang biasa di sapa Teteh Khadijah, inspirator hijrah, penulis, aktivis dakwah dan kemanusiaan.
Adapun materi yang disajikan berturut-turut adalah “Bagaimana generasi salaf menyambut dan menghidup bulan suci Ramadhan”, serta “Milenial, upgrade ramadhanmu. Lockdown, Ramadhan unlock”.
Pada kesempatan tersebut, ustaz ikhwan, sapaan akrab ustaz Muhammad Ikhwan Jalil, menyampaikan bahwa gelas yang tidak diisi dengan air maka akan diisi dengan udara, hati yang tidak diisi dengan kebaikan akan terisi dengan keburukan.
“Sehingga setiap kita harus terus mengisi waktu dengan kebaikan,” jelas ustaz Ikhwan.
Sebagai pemateri kedua, Teteh Khadijah mengingatkan bahwa peristiwa ini tidak akan selesai jika Allah belum selesaikan, sehingga lockdown adalah waktu bagi kita untuk bertafakkur dengan hal-hal yang kita lakukan selama ini.
“Kita harus mengingat bahwa kematian itu sangatlah dekat,” tutur Teteh Khadijah.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama FMDKI Pusat Bersama seluruh FMDKI wilayah dan Daerah yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, terdiri dari FMDKI Wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Fmdki Daerah Toli-toli, Palu, Banggai, Bone, Wajo, Makassar, Pangkep, Maros, Takalar, Pare-pare, Jeneponto, Bulukumba, Sidrap, Sinjai, Palopo, Jakarta, Malang, Yogyakarta, Samarinda, Gorontalo, Mataram, Manado, Polman, Bau-bau, Kolaka, Kendari, Bima, Surabaya, Tarakan, Bengkulu, dan Bandung.
Menurut Sinta Kasim selaku pelaksana acara, antusias peserta sangatlah besar, hingga kegiatan berlangsung masih banyak di antara mereka yang masih mendaftar. Peserta yang tidak sempat mengikuti materi kemudian difasilitasi oleh pelaksana melalui tayangan ulang kajian. (*SK)
