Pada sudut langit-Mu
Ada warna yang memancar dalam pekat
Ada titik-titik cahaya yang masih setia mendampingi gelap
Saat hari tenggelam, malam tak pernah letih menanti fajar
Hari berganti pekan dan bulan
Di mana waktu yang singkat seperti mimpi
Begitu cepat tuk pergi
Tak ada sapa apalagi permisi
Waktu kini bergulir menuju bulan yang agung
Bulan yang entah dinanti atau dibiarkan
Tapi dia akan tetap hadir
Memeluk jiwa hamba-hamba yang beriman
Bulan itu adalah tamu yang dirindukan
Di mana siangnya menyengat, malamnya tenang
Bulan itu berada di antara sya’ban dan syawal
Bernama RAMADHAN
Pada kelopak-kelopak harinya
Pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup
Pada setiap bait doa mudah diijabah
Bahkan maksiat yang menggunung terhapus sebab taubat yang diterima
Wanginya mengharum bumi
tanda kemurahan sang Khalid begitu melimpah
Ramadhan, di balik rahasia keutamaan
hatiku kadang tak terusik akan datangmu
ragaku tak menyambut
lemasku mendahului
tidur trus melebihi tadarrus
Bukankah ramadhanmu untuk Allah?
lalu mengapa ragamu dimanja
lemasmu dianggap puasa
dan seharian dengan tiduran
Jika kau rindu…
Terjagalah untuk kuatkan raga
Bekerja menebar kasih antar sesama
Tahan marah dan prasangka
Ada syariat menahan lapar dan dahaga
Agar manusia sadar bahwa sebenarnya ia tak punya
Puasa adalah perang untuk pemenang
Ya Allah, aku rindu
meski dibalut rasa malu
Sebab Engkau datangkan lagi dan lagi ramadhan buatku
Ketika masih ku sia-siakan Ramadhan-Mu yang lalu
hari-harinya kulalui tanpa makna, isi dan syukur
doaku sering memaksa, bukan harapan tapi keharusan
seakan kulupa nikmat melimpah ruah yang Engkau beri
Iman ini mengarakku merindu pada ramadhan-Mu
Mengajakku untuk khusyuk dalam setiap helai ibadah
Seakan-akan tak ingin lagi kuabaikan.
Aku hanya ingin sejuk dalam ketenangan malam bersamamu
Ramadhan adalah pembuktian cinta
Pada setiap helai napas dan nikmat yang tak pernah tamat
Ya Allah, aku memohon jiwa yang tenang
Yang yakin akan pertemuan sejati
Yang ridho akan ketentuan
Dan yang merasa cukup akan pemberian
Marhaban Ya Ramadhan
Semoga berakhir dengan kemenangan
__________
Penulis: Supriati (Hafshah)
