FMDKI.OR.ID – Perbicangan mengenai “High Value Woman”, “How to be High Value Woman”, etc., sedang hype-hypenya di media sosial. Tak sedikit kita dapat temui para influencer mengangkat pembicaraan hingga menuangkan gagasan tersebut ke dalam konten-kontennya.
Tak sedikit pula tujuan dari aspirasi tersebut malah jadi ajang yang meninggalkan kesan ingin memisahkan antara agama dengan kehidupan, yang ingin mengeluarkan wanita dari fitrahnya.
Memangnya apa sih high value woman itu?
Istilah high value woman merujuk pada wanita yang memiliki kualitas yang dianggap berharga, baik secara pribadi maupun dalam konteks hubungan. Namun, penting untuk diingat bahwa konsep ini bersifat subjektif dan bisa bervariasi tergantung pada perspektif dan nilai-nilai individu.
Secara umum, high value woman adalah wanita yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mandiri dan sukses, memiliki nilai-nilai yang kuat, percaya pada pertumbuhan pribadi, memiliki kualitas kepemimpinan, memiliki batasan yang sehat, menunjukkan rasa hormat pada diri sendiri.
Sebelum banyak influencer yang menggaungkan dirinya sebagai high value woman, tahukah kamu dalam sejarah Islam juga banyak loh muslimah-muslimah yang high value, track record mereka jelas bahkan terabadikan dalam sejarah.
Salah satunya sebagaimana yang disampaikan oleh sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “4 wanita penghulu surga”. Siapa, kah, mereka?
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Pemuka ahli surga ada empat, Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah” (HR. Hakim dan Muslim).
- Maryam binti Imran Radhiyallahu anhaa,
Maryam Radhiyallahu anhaa, ibu Nabi Isa Alaihissalam, dipilih oleh Allah Subhannahu Wa Ta ‘Ala tanpa ayah dan mengandungnya sendirian. Ia teguh dalam iman, menerima dengan rendah hati takdir-Nya, meskipun dihadapkan pada stigma sosial karena kehamilannya. Maryam Radhiyallahu anhaa hidup penuh ketaatan kepada Allah. Kisah kehidupannya diabadikan dalam Surah Maryam sebagai bukti keistimewaannya. Maryam Radhiyallahu anhaa dipilih oleh Allah sebagai salah satu wanita terbaik di dunia dan akhirat. - Fatimah binti Rasulullah Radhiyallahu anhaa
Fatimah Radhiyallahu anhaa, putri Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, dikenal luas karena kedudukan, keimanan yang kuat, dan kebajikan yang tinggi. Ia aktif mendukung penyebaran Islam dan melindungi keluarganya dengan penuh kasih sayang. Meskipun hidup sederhana, ia terkenal karena moralitas, kebijaksanaan, dan kedermawanannya. - Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu anhaa
Khadijah Radhiyallahu anhaa, istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dikenal sebagai sosok wanita yang memiliki kesetiaan dan kejujuran luar biasa. Ia tidak hanya menjadi pendukung setia dalam dakwah Nabi, tetapi juga sukses sebagai pengusaha dan pemimpin yang dihormati. Khadijah Radhiyallahu anhaa merupakan salah satu wanita pertama yang memeluk Islam, menunjukkan cintanya yang besar pada agama, dan berperan penting dalam menyebarkan pesan Islam serta memperkuat umat Muslim pada masa awal dakwah. - Asiyah Binti Muzahim Radhiyallahu anhaa
Asiyah Radhiyallahu anhaa, istri Firaun, memiliki iman yang teguh kepada Allah Subhannahu Wa Ta’Ala meskipun hidup dalam lingkungan musyrik dan tirani. Ia menolak menyembah berhala dan tetap setia kepada Allah Subhannahu Wa Ta’Ala meskipun diancam dan disiksa oleh Firaun. Asiyah Radhiyallahu anhaa adalah sosok bijaksana, berani, dan taat kepada perintah Allah Subhannahu Wa Ta’Ala, meskipun hidup dalam kondisi bertentangan dengan ajaran Islam.
Merujuk dari kisah 4 wanita penghulu Surga ini lahir 6 aspek yang dianggap penting dalam pandangan islam untuk menjadi seorang wanita dengan memiliki high value, diantarnya: ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala dan pada ajaran agama Islam, moralitas dan etika, kualitas kepribadian, ilmu dan kebijaksanaan, peran sebagai ibu dan pendidik, kemandirian dan kontribusi.
Oleh karena itu, dalam Islam nilai seorang wanita tidak terletak pada penampilan fisik atau materi, tetapi pada kualitas spiritual, moral, dan etika yang dimiliki. Konsep high value woman dalam Islam berfokus pada kebaikan hati, kepatuhan kepada agama, dan kontribusi positif yang dapat dilakukan dalam berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Citra Cantika Salma S
Editor: Ilma Aulia
