Home ARTIKELRamadhan, Akan Berlalu

Ramadhan, Akan Berlalu

by Admin FMDKI News
1 comment

Selalu ada rindu di setiap kepergianmu, selalu ada harapan atas setiap kedatanganmu. Semoga Allah Subhanahu wata’ala masih memperkenankan untuk bertemu denganmu di tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya.

Kadang manusia berdusta, berkata cinta dan rindu namun ia melepaskan begitu saja. Berlalu dan pergi tanpa menitip pesan rindu agar dia segera hadir kembali.

Terlalu banyak waktu yang tersia-siakan, terbuang karena urusan dunia, sibuk dengan urusan yang tidak bermanfaat. Hingga Ramadhan berlalu ia pun tak merasakan gunda dan gelisah.

Katanya rindu, namun ketika ia akan segera pergi ternyata kepergiannya tak memberi bekas malah sibuk mempersiapkan baju lebaran, sibuk dengan makanan apa yang akan disuguhkan. Tanpa berpikir apakah segala amalan telah Allah terima dan segala dosa telah Allah ampunkan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya),” (HR. Tirmidzi).

Jika Ramadhanmu tidak maksimal maka tangisilah dirimu, apa yang telah engkau kerjakan sehingga engkau tak mampu memanen pahala yang telah Allah janjikan. Pahala yang dilipatgandakan berlalu begitu saja tanpa kita berusaha untuk mendapatkannya.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi,” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Mari muhasabah untuk berbenah diri dari setiap hal yang kita kerjakan selama bulan Ramadhan. Apakah telah maksimal ataukah justru berlalu dan tak ada perubahan dalam diri dalam peningkatan keimanan. Apakah gelar takwa itu telah diraih ataukah tidak.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa,” (QS. al-Baqarah/2: 183).

Semoga Allah Subhanahu wata’ala mengabulkan segala do’a dan memaafkan segala salah. Aamiin allahumma aamiin. (*SK)

You may also like

1 comment

Megawati Mei 23, 2020 - 10:08 am

Aamiin Allahuma aamiin

Reply

Leave a Comment