Home ARTIKELPenting Gak Sih Menulis Bagi Mahasiswa?

Penting Gak Sih Menulis Bagi Mahasiswa?

by Admin FMDKI News
0 comments

Mungkin banyak di antara teman-teman pernah berpikir seperti ini; pentingkah menulis? Kenapa kita harus menulis? Kenapa dosen menyuruh kita untuk sering menulis? Kenapa dosen beri tugas menulis di kertas padahal ‘kan sekarang zaman sudah canggih?

Sebenarnya saya juga pernah berada di posisi teman-teman. Kesal ketika mendapat tugas merangkum dan harus ditulis tangan. Mungkin bedanya dengan tugas teman-teman adalah dari segi bahasa. Tugas saya harus full english. Amazing, kan? Tapi sekarang saya tidak akan membandingkan tugas lagi, atau membandingkan dosen.

Saya ingin mengajak untuk merenung. Pernah gak teman-teman pikirkan, kira-kira ada gak manfaat menulis? Ada gak manfaat dari dosen yang menyuruh teman-teman ‘tuk nulis? Apakah dosen hanya asal beri tugas?

Merenungnya sudah, ya. Sebenarnya dosen memberi tugas kepada mahasiswa dalam bentuk tulisan tangan, ada manfaatnya, baik tulisan tangan maupun ketikan komputer. Tujuannya:1. Biar mahasiswa terlatih menulis

Kok, biar terlatih sih? Jika teman-teman menulis tentunya itu membutuhkan tenaga yang ekstra. Kenapa? Karena teman-teman harus mikir; tulisan saya bakal seperti apa, untuk siapa, topiknya apa, dll. Jika sedini mungkin teman-teman disuguhkan tugas menulis, maka teman-teman sudah gak kaku lagi. Punya ide? langsung menulis. Pengen ikut lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah), langsung jalan cari teman, biar ada yang bantu dan diajak

diskusi.

Jadi sudah tahu kan satu alasan kenapa dosen kasih tugas menulis?


2. Biar menjadi mahasiswa yang memiliki Curiosity (rasa ingin tahu) tinggi

Kok curiosity sih? Jika teman-teman ingin menulis, tentu harus berfikir tentang data, dan pandangan para pakar di tema tersebut. Jadi sacara gak langsung menulis membuat rasa ingin tahu teman-teman terhadap suatu topik semakin besar. Analogi simpelnya seperti ini teman-teman ingin menulis quotes, tentu teman-teman harus mencari quotes yang bagus/relevan dengan kejadian saat ini/sesuai mood. Nah ini kan membuat rasa ingin tahu teman-teman bertambah.

Saya ingin memberi satu analogi lagi. Kalau teman-teman ingin membuat paper (makalah), tentunya harus baca buku. Kebayangkan, kalau teman-teman asal nulis. Dosen mintanya tugas dibuat berdasarkan referensi jurnal/artikel/buku, lah teman-teman buatnya asal comot saja dari blog seseorang, mana blogergnya gak jelas apakah ia menulisnya dari buku,jurnal,dan artikel atau gak?3. Biar rajin baca buku/jurnal

Kenapa kita harus menulis? Karena tetunya biar kita semakin rajin membaca buku.. Mustahil seorang yang apu menulis 1 paper (makalah) jika ia tak baca buku atau jurnal. Semakin kita ingin paper (makalah) kita hasilnya bagus maka seharusnya kita semakin sering untuk baca buku.


4. Biar mudah menyelesaikan skripsi

Mungkin terdengar aneh bagi teman-teman? Emang hal ini berpengaruhnya pada skripsi? Memang mungkin bagi teman-teman yang masih duduk di bangku semester awal belum merasakannya, tapi dengan semakin seringnya teman-teman menulis paper maka daya nalar dan kemampuan menulis teman-teman akan semakin meningkat.

Saat kebanyakan mahasiswa pusing harus nulis apa, yah teman-teman langsung nulis karena teman-teman sudah terbiasa nulis sejak awal kuliah.

5. Biar bisa berkontribusi meningkatkan akreditasi kampus. Hah? Kok bisa sisa sih? Kenapa universitas di jawa menjadi unirversitas terbaik di Indonesia? Yah karena universitasnya memiliki banyak publikasi. Mahasiswa/para alumninya sudah pasti tertarik menulis.Mereka berkontribusi di dunia riset/penelitian, dengan sering terlibat dalam perlombaan KTI (Karya Tulis Ilmiah) baik yang diadakan dari pihak kampus maupun dari kampus lain.

Jadi teman-teman, sudah tahu, kan alasan kenapa dosen suruh mahasiswa rajin menulis? Jadi masih mau marah jika diberi tugas menulis? Masih mau malas menulis? Yuk berkontribusi untuk kampus, dan negeri kita tercinta.
________
Penulis: Fitria Fathun Rohma
(Pengurus FMDKI Daerah Parepare)

You may also like

Leave a Comment