Home ARTIKELAntara Cinta dan Zina

Antara Cinta dan Zina

by Rika Arlianti DM
0 comments

Berbicara tentang cinta, tentu bukan hal asing di telinga kita. Istilah cinta sudah sering dijumpai, baik di dunia nyata maupun maya. Anehnya, seringkali kita keliru dalam memaknai cinta. Tidak jarang terpeleset ke dalam zina dengan mengatasnamakan cinta.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cinta diartikan sebagai suka, sayang, kasih, berharap, keinginan, dan rindu.

Dikutip dari suara.com, Zick Rubin berpendapat bahwa cinta adalah suatu sikap yang ditujukan pada seseorang terhadap orang lain dan dinilai sebagai sesuatu yang istimewa, memengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertingkah laku.

Dijelaskan dalam penelitian Khumas dari Universitas Negeri Makassar, dkk. dalam ‘Deskripsi Kualitatif Makna Cinta pada Remaja di Sulawesi Selatan’, remaja cenderung salah memahami makna cinta sehingga terjebak pada perilaku seks bebas dalam menjalani hubungan romantis.

Penelitian yang dilakukan oleh Darsim (2010) menggambarkan fenomena perilaku seksual mahasiswa yang berpacaran di Makassar. Hasilnya menunjukkan bahwa individu melakukan perilaku seksual sampai di tahap intercourse/ bersenggama, salah satunya disebabkan oleh pembuktian keperawanan sebagai wujud rasa sayang ke pacar.

Adapun zina menurut Wikipedia adalah perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan atau perkawinan. Secara umum, zina bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tetapi segala aktivitas-aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan zina.

Allah Shubhanah Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Ibnu Hazm menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang dicintainya.

Dalam pandangan Islam, cinta dimaknai sebagai limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.

Cinta bisa bernilai ibadah tatkala apa yang kita kerjakan diniatkan karena Allah dan Rasul-Nya.

“Segala amal itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Ketika kita mencintai suatu hal maka sekadarnya saja, jangan berlebihan. Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau benci; dan bencilah sesuatu yang tidak engkau sukai sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau cintai.” (HR. Bukhari)

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam juga berpesan bahwa ketika mencintai saudara kita, maka sepantasnya menyampaikan kepada orang tersebut.

“Jika seseorang mencintai saudaranya, hendaklah memberitahukan kepadanya bahwa ia mencintainya.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Selain mengaku cinta, kita juga harus mendoakan orang-orang yang kita cintai seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam:

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon anugerah cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta usaha yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling aku senangi.” (HR. Ahmad)

Dengan demikian, cinta dan zina adalah dua hal yang jelas berbeda. Perbedaannya pun sangat transparan, di mana cinta ialah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya, tentang kasih sayang manusia terhadap Allah dan Rasul-Nya, kepada sesama, dan seluruh ciptaan-Nya. Sedangkan zina ialah perbuatan keji dan jalan buruk yang dilarang oleh Allah Shubhanah wa Ta’ala.

Tidak ada yang salah dengan cinta, hanya perilaku dan tindakan kita yang seringkali keliru dan mengatasnamakan cinta. Sejatinya kita menyadari bahwa kekeliruan tersebut pada akhirnya akan menjerumuskan pada perbuatan zina. Wallahu ‘alam.

____________

Penulis: Rika Arlianti DM

You may also like

Leave a Comment