Home ARTIKELKiblat Hiburan, ya Korean Wave? Ini Dampaknya Bagi Pribadi Seseorang

Kiblat Hiburan, ya Korean Wave? Ini Dampaknya Bagi Pribadi Seseorang

by Rosni
0 comments

Hiburan adalah sesuatu berbentuk kata-kata, tempat, benda, perilaku yang dapat menjadi pelipur hati bagi yang susah atau sedih. Pada umumnya hiburan dapat berupa permainan, video, film, opera, drama, atau permainan bahkan olahraga. Berwisata juga dapat dikatakan sebagai upaya hiburan.

Sebagai seorang muslim tentunya kita sadar bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Dalam menjalankan ibadah tersebut harus bersungguh-sungguh dan memanfaatkan setiap kesempatan serta waktu yang ada. Mulai dari salat, puasa, menuntut ilmu, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya.

Menjadi manusia pasti akan dihampiri rasa bosan sehingga butuh hiburan. Dalam Islam, hiburan masih diperbolehkan asal tidak melanggar syariat dan melalaikan kita dari ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Hiburan saat ini sangat mudah dan sangat banyak jenisnya, tanpa harus keluar rumah pun kita akan dihibur oleh beberapa aplikasi dari layar handphone. Mulai dari permainan game online, media sosial seperti Tiktok, Whatsapp, Instagram, dan aplikasi lainnya. Hiburan-hiburan ini sangat membantu terlebih di masa pandemi saat ini.

Berita mengenai Covid 19 masih hangat-hangatnya waktu itu, tapi berita yang tidak kalah hebohnya datang dari dunia hiburan K-Pop. Pada tanggal 09 Juni 2021, Indonesia jadi negara terakhir yang merilis BTS Meal.

BTS Meal adalah kolaborasi McDonald’s dengan mengandeng boyband asal negeri ginseng Bangtan Boy’s atau lebih dikenal dengan nama BTS. Tapi tanggal perilisan tersebut dimajukan dari tanggal sebelumnya menjadi 25 Juni 2021.

Berita ini hanya salah satu dari banyak kesuksesan Korea dalam memberi pelayanan kepada para penggemarnya. Bahkan pada tahun 2020, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meluncurkan sebuah pernyataan kepada masyarakat Indonesia untuk menjadikan K-Pop sebagai inspirasi anak muda.

Korean Wave (gelombang korea) atau hallyu merupakan istilah yang sangat familier di telinga para pencinta Korea, baik itu Drakor, K-Pop, fashion maupun kulinernya. Korean Wave ini menjual budaya Korea Selatan dengan memadukan budaya tradisional dengan kebudayaan modern melalui film, musik, gaya hidup, dan segala bentuk industri hiburan lainnya.

Korean Wave ini juga tidak sebatas menawarkan budaya Korea Selatan, melainkan mereka juga mampu memasarkan produk-produk komersial dan pariwisata ke masyarakat di berbagai negara.

Di Indonesia sendiri, penyebaran budaya populer Korea dimulai sejak tahun 2002 dengan menayangkan Mother’s Sea. Lalu disusul dengan penayangan Endless Love. Bahkan sampai di tahun 2021 banyak sekali stasiun televisi lokal yang menayangkan drama-drama Korea, tak terkecuali beberapa aplikasi di smartphone maupun aplikasi di laptop yang lebih memudahkan untuk mengakses seputar hiburan Korea.

Sedangkan untuk K-Pop mulai masuk di Indonesia pada tahun 2011 melalui program televisi yang menayangkan musik mingguan Korea Selatan, sehingga menyebabkan masyarakat semakin mengenal adanya boyband dan girlband dari negara ginseng tersebut.

Dengan musik yang easy listening dan gerakan tarian yang energik menjadikan K-Pop sangat digemari oleh masyarakat. Terbukti dengan munculnya SMASH dan Cherrybelle sebagai boyband dan girlband Indonesia yang berkiblat pada K-Pop.

Hiburan tidak jadi masalah, sebab sama halnya dengan makanan, kita membutuhkannya. Tapi harus kita ketahui bahwa banyak makan juga tidak baik untuk kesehatan. Sama seperti menonton. Apa yang kita tonton berdampak pula pada pemikiran dan tubuh kita.

Dilansir dari ayobandung.com drama korea memiliki dampak negatif bagi kesehatan mental jika dinonton secara berlebihan yaitu:

  1. Kecanduaan atau terobsesi

Kecanduan dan terobsesi baik dengan cerita drama atau dengan pemerannya. Hal ini secara tidak langsung bisa memengaruhi kondisi emosional dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Jika kita terobsesi pada pemeran K-Drama atau terlalu mengidolakan, maka kita akan mengikuti gaya dan juga kesehariannya. Padahal dalam Islam, kita memiliki seorang panutan yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ

Terjemahnya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Oleh karena itu, agar kita bisa terobsesi dan mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kita harus mengenal dan mempelajari serta mengkaji sepak terjang beliau semasa hidup.

  1. Lupa dengan lingkungan sekitar

Menonton Drakor bisa membuat malas beraktivitas atau berinteraksi dengan orang lain bahkan dengan keluarga sendiri. Padahal hubungan dan interaksi sosial sangat penting dan harus dijaga.

Dalam Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat agar umat Islam mengusahakan keseimbangan antara hubungan secara vertikal, manusia kepada Allah (habluminallah) dan hubungan secara horizontal, sesama manusia (habluminannas).

Berinteraksi atau bersilaturahmi merupakan salah satu amalan yang dilakukan oleh orang yang beriman. Dari Abu Hurairah RA. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karenanya, penting untuk berinteraksi dan bersilahturahmi kepada saudara-saudara kita.

  1. Kurang tidur

Terlalu asyik menonton Drakor sering membuat begadang sehingga mengurangi waktu tidur. Padahal kebiasaan ini jelas tidak baik karena dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti depresi, gangguan kecemasan, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَا تًاۙ وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَا سًا

Terjemahnya: “Dan kami menjadikan tidurmu untuk istirahat. dan kami menjadikan malam sebagai pakaian.” (QS. An-Naba: 9-10)

Sangat jelas bahwa kita sebagai manusia butuh istirahat untuk menjaga kesehatan tubuh agar dapat memaksimalkan aktivitas ibadah kita.

  1. Kurang Bergerak

Terlalu sering menonton Drakor bisa menyebabkan sakit punggung dan gangguan pada aliran darah karena terlalu banyak duduk ataupun baring. Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim no.2664).

Sejatinya manusia memang membutuhkan hiburan. Namun, kita memiliki pedoman dan aturan, yakni al-Quran dan as-Sunah dalam menjalankan kehidupan di dunia.

Hiburan dengan cara menonton boleh saja, tapi jangan sampai kecanduan. Sehingga lupa bahwa kita manusia, memiliki tujuan hidup, bukan terperangkap dalam sebuah drama yang dibuat oleh manusia sendiri.

Hidup secara sosial, berinteraksi dengan orang lain, berolahraga, tidur secukupnya, atau istirahat adalah sebuah kenikmatan yang Allah berikan secara gratis. Oleh karena itu , jangan sampai kita termasuk orang-orang lalai, hingga lupa bahwa dunia hanya tempat mengumpulkan bekal menuju akhirat, negeri yang kelak.

Wallahu ‘alam

______________

Penulis: Rosni
(Pengurus FMDKI Daerah Tolitoli dan TIM FMDKI News)

You may also like

Leave a Comment