FMDKI.OR.ID, Seorang anak inisial MAS tega membunuh Ayah dan Nenek serta melukai ibunya hingga luka parah di Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu dini hari (30/11/2024).
Kejadian ini menggemparkan jagat maya karena pelaku merupakan anak berusia masih 14 tahun dan berstatus sebagai pelajar.
“Sekuriti bernama Agus Purnomo mendengar informasi telah terjadi pembacokan di depan salah satu rumah, kemudian dia mendatangi lokasi dan bertemu dengan Saudara F, yang merupakan warga setempat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi yang di kutip pada detikcom.
Polisi turut melibatkan psikologi forensik untuk mendalami dan mencari tahu alasan dibalik alasan peristiwa tersebut terjadi.
Melangsir di Harian Surya, pelaku disinyalir melakukan perbuatannya karena depresi akibat tekanan orangtua untuk selalu berprestasi.
Depresi dapat memiliki dampak yang sangat serius, termasuk memicu tindakan ekstrem seperti membunuh orang terdekat, seperti yang di lakukan MAS.
Tekanan dipaksa belajar yang berat sering kali menjadi salah satu pemicu utama depresi di kalangan pelajar maupun mahasiswa.
Dalam banyak kasus, banyak pelajar merasa terjebak dalam harapan yang tinggi dari keluarga terdekat untuk terus berprestasi, yang dapat menyebabkan stres berlebihan dan perasaan putus asa.
Seseorang yang mengalami depresi mungkin merasa tidak ada jalan keluar dari tekanan tersebut. Dalam keadaan mental yang rapuh, perasaan marah dan frustrasi dapat meluap, berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan terhadap orang-orang terdekat.
Banyak studi menunjukkan bahwa stres akademik serta tekanan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan ide bunuh diri di kalangan masyarakat atau bahkan membunuh orang yang menjadi tekanan.
Hal ini harus menyadarkan pada kita, betapa pentingnya dukungan emosional dan keluarga untuk membangun hubungan harmonis.
Penting juga untuk mengenali tanda-tanda depresi dan memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami tekanan berat.
Kesadaran akan kesehatan mental dan akses ke layanan psikologis dapat membantu mencegah tragedi lebih lanjut.
Penulis: Sinta Kasim
Editor: Admin FMDKI News
