FMDKI.OR.ID, MAKASSAR – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Makassar adakan Muslimah Youth Fair (MYF) 2024, Ahad (24/11/2024).
Sukses hadirkan 1024 peserta muslimah, kegiatan ini mengundang Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., MSIPh., dan Dr. Zelfia Amran, S. I. P., M. M., M. Sos., sebagai pemantik utama dengan mengangkat tema “Muslimah Positive Vibes”.
Iin Ayu Kartika, S.Pd., M.Pd., selaku ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh muslimah dari berbagai kampus dan sekolah se-Makassar sehingga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi muslimah antar kampus dan juga sekolah.
Senada dengan itu Mirnawati S.Pd., selaku ketua FMDKI Makassar dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya MYF karena di era sekarang pemuda terkhususnya muslimah membutuhkan sosok role model yang tidak biasa.
“Diharapkan setelah kita keluar dari kegiatan ini In syaa Allah sebagai peserta dari MYF kita menjadi orang yang lebih baik dan menjadi orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan In syaa Allah,” ujarnya.
Turut hadir Dr. Karmila Mokoginta, S.S, M.Hum., M. Arts. Beliau menerangkan bahwa mahasiswi menghabiskan banyak waktu untuk belajar ilmu pengetahuan di prodi masing-masing, namun sebenarnya penting pula mempelajari life skill. Akan tetapi itu tidak ada di kurikulum prodi sekarang.
“Kita semua terseok-seok terpancing dengan irama persaingan yang begitu cepat. Ingin menjadi itu, ingin menjadi ini, ingin menjadi yang ter ter ter dan ter lainnya. Kemudian kita telah dan merindukan life balancing,” terang dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin tersebut.
Kak Sherly, panggilan akrabnya, seorang Millenial Influencer, Master of Social Impact Australia dan Best Delegate AWMUN 2018 pada materi pertama “Inspiring Talk ‘Muslimah Positive Vibes’” memaparkan tipe manusia yang mengisi waktunya dengan produktivitas dan akan melahirkan pemuda positive vibes.
“Masa depan adalah milik mereka yang mau mempersiapkan hari ini, bukan over nostalgia dengan masa lalu dan over thinking dengan masa depan. Satu menit saja ia berlalu maka sudah teman-teman, ia telah menjadi masa lalu. Karena ternyata kata kuncinya adalah kita memaksimalkan hari ini. Kita yang membentuk lingkungan bukan kita yang dibentuk lingkungan dan ternyata Islam dari awal hadir untuk membentuk bukan dibentuk,” jelasnya.
Dr. Zelfia selaku pemateri kedua “Seminar Mental Health ‘Life Balancing’” dengan tegas menyampaikan data dan riset masalah kesehatan mental yang didominasi oleh pemuda.
Beliau menjelaskan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental, sementara satu dari dua puluh remaja Indonesia memiliki ganguan mental dalam 12 bulan terakhir.
“Survei menemukan bahwa gangguan cemas merupakan gangguan mental yang paling banyak dialami oleh remaja dan dia mencapai 26,7 persen dari 277,75 jiwa,” tegas Dosen dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia tersebut.
Kegiatan MYF dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian sambutan-sambutan dari ketua panitia, ketua FMDKI Makassar dan dosen dari Unhas, kemudian dilanjut dengan talkshow life skill sekaligus launching basic skill incubator class, lalu materi pertama dan kedua, istirahat salat dan makan.
Basic Skill Incubator Class merupakan wadah untuk meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap muslimah. Incubator Class ini memiliki 4 kelas antara lain Digital Skills Class, Public Speaking Class, Enterpreneur Ship Class, dan Literacy Class. Di mana muslimah bisa memilih salah satu sesuai dengan minatnya. Hal tersebut disampaikan oleh panitia pelaksana pada rangkaian agenda.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan special performance dari panitia dan undian berhadiah.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman lomba kreatif yang diadakan oleh FMDI Makassar sebelum hari kegiatan MYF.
Reporter : Syiaul Bashirah
Editor: Mutmainnah Jufri
