FMDKI.OR.ID, MAKASSAR – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Makassar gelar Muslimah Youth Fair sebagai bagian dari Semarak Temu Aktivis Dakwah Kampus Makassar (TADKM) Tahun 2024.
Menghadirkan 1024 peserta, dengan mengangkat tema “Muslimah Positive Vibes” yang dilaksanakan pada hari Ahad, (24/11/2024) di Gedung Baruga A.P Pettarani Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini memadukan kreativitas dan spiritualitas antara lain, Talkshow Life Skill, Grand Launching Basic Skill Incubator Class, Inspiring Talk, dan Seminar Mental Health, serta ada juga undian berhadiah, dan pengumuman lomba kreatif.
Iin Ayu Kartika, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Panitia berharap peserta mengikuti semua rangkaian acara pada kegiatan tersebut.
“Kami berharap peserta dapat mengikuti semua rangkaian acara, karena di sini akan dihadirkan berbagai macam kegiatan bermanfaat, ada Talkshow Life Skill, dan yang mungkin tentunya paling kita tunggu-tunggu akan berbicara bersama kak Sherly,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua FMDKI Makassar, Mirnawati, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan peran FMDKI menjadi wadah keislaman Muslimah.
“FMDKI itu menjadi wadah keislaman Muslimah di kota Makassar khususnya, dan event ini salah satu wasilah untuk menggapai visi tersebut,” tuturnya.
Menghadirkan Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., MSIPh., sosok Millennial Influencer yang sudah banyak dikenal dikalangan pemuda. Pada awal paparannya membahas peran penting seorang Perempuan.
“Ada satu peran pada perempuan yang tidak bisa tergantikan sepanjang zaman, yaitu perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena dengan menghancurkan generasi selanjutnya, hancurkan cara berpikir perempuan hari ini, menyelamatkan cara berpikir perempuan hari ini sama dengan kita menyelamatkan generasi selanjutnya,” terangnya.
Sherly menambahkan, dengan peran tersebut maka perempuan harus mempersiapkan diri untuk anak-anaknya kelak.
“Ketika Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya maka selesai dulu dengan dirinya sendiri akan membuat kita jauh lebih siap untuk menjadi sekolah bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Master of Social Impact Australia ini juga menyampaikan tentang problematika zaman sekarang yang mudah sekali menilai karakter seseorang berdasarkan postingannya. Padahal sosial media tidak bisa dijadikan tempat melihat karakter seseorang.
”Hari ini karakter seseorang gak bisa dibaca lewat sosial media, ada banyak sekali ternyata yang terjadi di luar dari itu, membaca karakter seseorang di zaman 5.0 ini adalah cek dengan siapa dia bergaul sehari-hari,” terangnya.
Turut hadir Dr. Zelfia, S.IP., M.M., M.Sos.I., Dosen dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia pada sesi Seminar Mental Health “Life Balancing” membahas tentang muslim yang produktif.
“Muslim yang produktif adalah muslim yang oke spiritualnya, sosialnya, dan secara fisikal, artinya yang sehat dan kuat juga,” terangnya.
Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman lomba kreatif design, poster, essay, dan video.
Reporter: Mutmainnah Jufri
Editor: Sinta Kasim
