Dalam kegiatan Silaturahim Aktivis Dakwah Kampus Nasional FMDKI yang diadakan secara Hybrid dan bertempat di Auditorium Prof. Amiruddin Unhas. Salah satu pemateri yakni Ustazah Rahmah Thamrin mengangkat satu ayat yang sangat melekat dengan posisi pemuda dalam al-Qur’an.
Pemuda yang benar adalah pemuda yang benar keimanannya yaitu orang yang bisa melanjutkan estafet-estafet dakwah. Tidak hanya sekadar pemuda-pemuda biasa yang tanpa bekal, tanpa ilmu dan tanpa keimanan yang benar.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam QS. al-Kahfi ayat 13, sebagai berikut:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
Terjemahnya: “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”
Ayat ini menggambarkan bahwa pemuda yang dimaksudkan bisa menopang dakwah ini adalah pemuda-pemuda beriman yaitu pemuda-pemuda yang kokoh keimanannya.
Terdapat beberapa poin penting terkait peran pemuda dan mengapa harus pemuda yang ikut serta dalam perjuangan dakwah.
1. Karena pemuda berada pada fase kekuatan terbaik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba sebelum di tanya (diminta pertanggungjawaban) tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya bagaimana diamalkan, tentang hartanya darimana di peroleh serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi).
Hadis di atas dijelaskan bahwa Allah meminta pertanggungjawaban masa muda yang dihabiskan untuk apa. Usia yang ditanyakan kemudian tentang masa muda, keberadaan kita di mana.
Pemuda adalah fase terbaik dari 3 fase yaitu, fase anak-anak, fase pemuda, dan fase orang tua.
2. Perhatian Rasulullah dalam membina dan mentarbiyah para pemuda dan membesarkan mereka untuk memikul tanggung jawab. Para pemuda adalah mereka tulang punggung dari umat yang menopang dakwah ini.
Adapun peran pemuda dalam kebangkitan Islam, yaitu:
a. Mengusung Misi Dakwah
Bagaimana seorang pemuda mengembalikan umat ini kepada Allah dan agamanya.
b. Pembangun Umat
Seorang penyeru dakwah dan seorang aktivis, jangan menjadikan diri sebagai sasaran apalagi sasaran ghozwul fikri. Tapi jadilah subyek dan jangan seterusnya menjadi sasaran obyek.
Apabila kita tidak merencanakan untuk membuat materi subyek dari perubahan yakinlah bahwa selamanya kita akan menjadi obyek. Karena orang-orang kafir di luar sana tidak tidur dalam menyusun strategi untuk mendakwahkan ke saudara-saudara muslim kita.
c. Unsur Utama dari Perubahan (Agen of Change)
Seorang aktivis selalu berfikir untuk membawa perubahan. Baper itu bukanlah kepanjangan dari bawa perasaan melainkan yang sesungguhnya baper adalah bawa perubahan.
Perlu kita ketahui bahwa hanya orang awam yang selalu baper (bawa perasaan) dan seorang pemuda yang sesungguhnya adalah orang yang selalu membawa perubahan yang lebih baik.
(Terinspirasi dari Materi Ustazah Rahmah Thamrin, S.KM. dalam materi Silaturahim Aktivis Dakwah Kampus Nasional FMDKI).
___________
Penulis: Hamdana (Pengurus FMDKI Daerah Pangkep)
Editor: Sinta Kasim
