Perkembangan zaman begitu pesat bagaikan air bah yang tak bisa dibendung. Berbagai tren selalu menghiasi cakrawala kehidupan. Jika tidak cerdas memilah maka kita mudah tergilas sehingga tak mampu membawa peradaban.
Nah berbicara peradaban, tentunya sudah tidak asing lagi, di mana peradaban sangat berkaitan dengan pemuda.
Apa sih itu pemuda? Menurut Prof. Taufik Abdullah (1974) sejarawan Indonesia menyatakan bahwa pemuda adalah generasi baru dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Pemuda di pundaknya memiliki potensi untuk mengubah dunia. Sejarah mengatakan sejak zaman dahulu sampai sekarang, peradaban besar lahir dari pemuda yang beriman dan tangguh .
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Terjemahnya: “Sungguh mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula petunjuk untuk mereka”. (QS Al-Kahfi: 13)
Pada zaman para sahabat Mus’ab Bin Umair pemuda yang diutus berdakwah di Madinah, Usama Bin Zaid yang menjadi panglima dalam perang di usia sangat muda, Khalid bin Walid yang digelar sebagai singa Allah akan kepiawaian dalam berperang, Umar Bin Khattab pemuda yang ditakuti setan.
Juga peradaban besar yang dilakukan Sultan Muhammad Al-Fatih penakluk kota Konstantinopel, Salahuddin Al-Ayyubi penakluk Palestina dan masih banyak lagi.
Negara kita Indonesia, pun demikian dalam meraih sebuah kemerdekaan, banyak pemuda yang terlibat di dalamnya. Seperti yang dikatakan Ir. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”.
Satu pemuda bisa mengguncangkan dunia. Namun seribu orang tua belum tentu bisa.
Ketika jatuhnya bom Hirosima di Jepang, menjadi kesempatan emas para pemuda untuk membujuk Ir. Soekarno dalam memproklamasikan kemerdekaan, walaupun menuai banyak problem. Namun kekuatan serta gesitnya pemuda saat itu sehingga kita bisa merasakan nafas kemerdekaan.
Apabila kita meneropong peradaban masa depan. Masikah pemuda yang menjadi pioner?
Sebelum kita berbicara lebih panjang tentang peradaban, apa sih peradaban itu sendiri?
Menurut Ibnu Khaldun peradaban adalah sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wata’ala.
Seyogyanya, peradaban adalah hal-hal yang bertautan dengan keimanan bukan teknologi canggih, bangunan nan menjulang, wanita-wanita cantik dan kekayaan yang melimpah.
Oleh karenanya, dakwah kampus pemuda yang bergelut di dalamnya tentu memiliki visi untuk melakukan peradaban di masa depan. Mensolehkan seluruh manusia, mengajak pada kebaikan, dan mencegah pada kemungkaran.
Sehingga aktivis dakwah kampus tidak mudah puas pada apa yang telah diraih, tak tumbang ketika diterjang badai, dan tetap kokoh walau batu cadas menghadang .
Saatnya aktivis dakwah kampus tidak sekadar bekerja namun juga totalitas dalam berdakwah. Aktivis dakwah kampus tidak mudah terombang-ambing akan gelombang maraknya sosmed.
Aktivis dakwah kampus tidak baperan namun ia hadir membawa perubahan untuk kebaikan umat.
Penulis: Sabitri Aderiani
Editor : Sinta Kasim
