FMDKI.ORG, MANADO – Forum Study Annisa (FSA) Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano kembali adakan Kajian Islam Ilmiah Muslimah (KALAMILAH) Part 2, Selasa (12/07/22).
Kegiatan yang dihadiri 42 partisipan dari berbagai kampus ini berlangsung sejak pukul 13.00-15.30 WITA via Zoom Meeting.
Angkat tema “Tidak Semua Pelangi itu Indah (Fenomena Virus Pelangi Bahaya LGBT)” KALAMILAH kali ini menghadirkan Nela Julianti dokter rumah sakit Robert Wolter mongisidi Manado.
Alumni Fakultas Kedokteran Univeritas Tadulako tersebut mengatakan bahwa dalam ilmu kedokteran LGBT bukan sebuah penyakit bahkan telah dihapuskan dari daftar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5).
“Untuk istilah dari ilmu medis sendiri LGBT ini dibahasakan sebagai kelainan orientasi seksual jadi LGBT itu bukan diagnosis atau bukan suatu penyakit dalam dunia kedokteran,” ungkapnya.
“Namun secara bertahap homo seksualitas ini dihapuskan dari daftar gangguan di DSM edisi terbaru, jadi di edisi IV DSM ini tentang homo seksual dihapuskan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut dokter Nela, menjelaskan bahwa prilaku penyimpangan sosial ini dapat melahirkan berbagai penyakit menular yang belum ada obatnya.
“Di Indonesia sudah tedapat kasus sarkoma tentang orang yang melakukan LGBTr jadi itu kasus baru dan samasekali tidak ada obatnya HIV saja tidak ada obatnya,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut Fradita Tanderengan selaku ketua panitia menjelaskan, salah satu tujuan kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman mengenai sebuah fenomen penyimpangan yang sedang naik daun tersebut.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kita ilmu serta pemahaman mengenai hukum dan aturan LGBT dalam pandangan islam serta bagaimana dampak buruknya dari segi kesehatan,” tuturnya.
Pada sesi diskusi para peserta mengaku risih dengan pasangan LGBT.
“Disini saya risih karena mereka mengatakan bahwa LGBT itu adalah sebuah takdir mereka, mereka bilang dari kecil mereka memang dilahirkan untuk menjadi seorang LGBT” ujar Mutiara Rauf salah satu peserta dari Universitas Samratulangi.
Reporter: Muspidayani
Editor: Sinta Kasim
