Home FMDKI BERCERITAMiris! Mahasiswa Bunuh Dosen

Miris! Mahasiswa Bunuh Dosen

by Sabitri Aderiani
0 comments

FMDKI.ORG – Menyuatnya kasus pembunuhan Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak oleh mahasiswa, menuai beragam tanya dan berbagai soal.

Pasalnya Dosen yang mustinya disegani, ditakuti dan dihargai oleh Mahasiswa. Kali ini berbanding terbalik, justru ada Mahasiswa tega membunuh Dosen secara miris.

Ironisnya pembunuhan tersebut dilakukan tujuh orang Mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dan berpura-pura menjadi polisi dalam menjalankan aksinya. Dilansir dari DetikSulsel, Prasetyo mengatakan pelaku mengaku sebagai polisi dalam meluncurkan aksinya.

Padahal Mahasiswa, dengan kancah keilmuannya kerap digadang-gadangkan sebagai agent of change, namun kali ini sangat agent of kill.

Dimana Ilmu yang selama ini digapai dan ditekuni? Apakah selama ini hanya berkonsentrasi pada ilmu sehingga melupakan adab dan akhlak yang pada akhirnya merembes pada pembunuhan?

Padahal Ilmu tiada artinya jika tidak dibarengi dengan akhlak dan adab, karena elemen dasar pendidikan adalah penanaman adab seperti yang dikatakan;

Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas menyatakan: “The purpose for seeking knowledge in Islam is to inculcate goodness or justice in man as man and individual self the fundamental element of education is the inculcation of adab”.

Di dalam pancasila sendiri, pada sila kedua disebutkan “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Indonesia telah lama mencita-citakan manusia yang beradab.

Olehnya itu adab dan akhlak perlu ditanamkan pada anak sejak dini agar kelak tumbuh besar menjadi seseorang yang memiliki jati diri, berprinsi kuat dan bijak pada setiap masalah dan persoalan.

Sebagaimana Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Muliakan anak-anak mu dan perbaiki adab mereka.” (HR. Ibn Majah).

Adab seorang penuntut ilmu terhadap Gurunya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

• Menghormati Guru
Pernah kita mendengar pepatah “Guru tanpa tanda jasa.” Begitu besar peran Guru bagi muridnya hingga bisa mengantarkan pada puncak kesuksesan. Olehnya itu menghormati guru merupakan adab yang mesti kita jalankan.

Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu berkata,

كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا

Terjemahnya: “Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara.” (HR. Bukhari).

Memperhatikan adab-adab ketika berada di depan Guru
Ini juga penting sekali, karena cara duduk kita sangat mencerminkan keseriusan dalam belajar.

Ibnul Jamaah mengatakan, “Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya”.

• Mendoakan Guru
Mendoakan Guru merupakan sikap terpuji. Mendoakan keselamatan, perlindungan serta keberkahan ilmunya.

Semoga kasus ini mengajarkan kita untuk senantiasa berprilaku baik serta senantiasa mengedepankan akhlak dan adab kepada seorang guru. Bersabar atas setiap ujian yang diterima dan tetap mengedepankan kemanusiaan, tidak bertindak bodoh dengan mengakhiri nyawa orang lain.

Penulis: Sabitri Aderiani
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment