Home FMDKI NEWS12 Tahun Studi Al-Qur’an Intensif, LDK UA UHO Wujudkan Generasi Qur’ani

12 Tahun Studi Al-Qur’an Intensif, LDK UA UHO Wujudkan Generasi Qur’ani

by Sabitri Aderiani
0 comments

FMDKI.OR.ID, KENDARI – Lembaga Dakwah Kampus Ulul Albaab (LDK UA) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali gelar Studi Al-Qur’an Intensif (SAINS), Ahad (29/09/ 2024).

Kegiatan kali ini mengusung tema “Wujudkan Generasi Qur’ani UHO, Harapan dan Kebanggaan Bangsa” yang dilaksanakan pada 4 tempat berbeda yakni Masjid La Ode Malim, Masjid Arraufurrahim, Aula Fakultas Teknik, serta Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta dihadiri 905 peserta.

Muhammad Irzyad Apriansyah Mansur selaku ketua umum LDK UA UHO, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur menjadi bagian dari peserta SAINS.

“Program SAINS ini salah satu kenikmatan yang Allah karuniakan buat kalian yang mengikutinya, karena banyak mahasiswa baru kurang lebih 8.500 hanya 1.300 yang berhasil ikut dalam program ini. Diikuti sebanyak 1.300 mahasiswa-mahasiswa baru dari 6 Fakultas yang berbeda,” tuturnya.

Lebih lanjut, Alumni jurusan Statisktik tersebut juga menjelaskan hasil pre tes menunjukan rendahnya angka mahasiswa yang dapat membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Dari hasil pre test yang kami dapatkan dari total 364 mahasiswa terkhusus untuk laki-laki yang mendapatkan kualifikasi sangat baik hanya 3% atau sebanyak 18 orang. Ini menandakan bahwa mahasiswa baru sekalian sudah hampir jauh dengan Al-Qur’an,” tambahnya.

Akhir pemaparan, ia juga menyampaikan harapan agar peserta istiqomah dan bersungguh dalam mempelajari Al-Qur’an.

“Jadi harapan saya semua peserta bisa mengikuti program ini dengan Istiqomah dan sungguh-sungguh. Belum ada kata terlambat bagi kalian untuk belajar Al-Qur’an. Manfaatkanlah momen ini untuk lebih dekat lagi dengan Al-Qur’an,” mengakhiri.

Turut hadir Ustaz Saiful Yusuf selaku pemateri, dalam pemaparan materinya menjelaskan akan jahilnya penduduk arab sebelum datangnya Islam Al-Qur’an.

“Islam hadir dengan membawa pesan perdamaian yakni Al-Qur’an, dahulu sebelum Nabi Muhammad lahir jazirah Arab dikenal dengan sebutan kaum Jahiliyyah yakni kaum yang dungu (bodoh), mereka adalah kaum yang sangat kuat, tetapi mereka sibuk dengan peperangan antar suku. Sehingga mereka bukan menjadi ancaman bagi Persia dan Romawi. Setelah itu datanglah dan Nabi membawa pesan perdamaiannya yaitu Al-Qur’an yang didalamnya terdapat kalimat persatuan, ” terangnya.

Di Lokasi berbeda, Ustazah Darmawati Harimin selalu pemateri kedua menyampaikan sabda Rasulullah akan keutamaan Al-Qur’an menjadi keluarga Allah.

“Menjadi keluarga Allah adalah mereka- mereka yang meningkatkan frekuensi kedekatannya dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.

Reporter: Sabitri Aderiani
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment