FMDKI.OR.ID, MAKASSAR – Pemudi Wahdah Bidang Kajian, Pemikiran, dan Literasi daerah Makassar, gelar webinar Mental Health secara online via zoom, Ahad (29/09/24).
Berlangsung pada pukul 16.00 WITA dengan mengusung tema “Understanding Mental Health VS Mental Illnes” yang dihadiri 64 partisipan.
Ketua bidang kajian, pemikiran, dan literasi, Fauziah Ramdani dalam sambutannya mengapresiasi dan mengungkapkan harapan atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Apresiasi sebesar-besarnya, semoga melalui kegiatan ini bisa menjawab pertanyaan anak muda tentang mental health,” ungkapnya.
Webinar ini menghadirkan pemateri profesional dokter Ekachaeryanti Zain, Sp.KJ, PhD., seorang Psikoterapi alumni Niigata Universitas Jepang.
Sebelum memulai materi, dr. Eka sapaan akrabnya terlebih dahulu menanyakan kabar dan perasaan peserta, menunjukkan bagaimana beliau orang yang peduli akan kesehatan mental seseorang. Kemudian melanjutkan dengan menjelaskan perbedaan antara Mental Health dan Mental Illnes.
“Mental Health adalah kemampuan untuk menghadapi tantangan dan stress dalam kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Eka menyampaikan pentingnya memiliki kesehatan mental karena dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan.
“Mental yang sehat dapat membantu dalam sosial, belajar, dan hubungan dengan Tuhan (ibadah), mental yang tidak sehat bisa mempengaruhi dan menghambat itu semua,” pungkasnya.
Ada tiga aspek dalam diri manusia berdasarkan ilmu medis yang dr. Eka sebutkan sebagai landasan dalam menentukan tujuan hidup, yaitu aspek fisik, sosial, dan spiritual. Ketiga aspek inilah yang saling berhubungan dalam membangun kesehatan mental seseorang.
Pada pemaparannya, dr. Eka menjelaskan bahwa mental illnes memiliki fenomenanya sendiri, yang dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah faktor biologis dan faktor lingkungan.
“Interaksi antara biologis dan lingkungan bisa mempengaruhi mental illnes,” ungkapnya.
Dokter Eka juga menyebutkan bahwa orang yang rajin ibadah sekalipun bisa terkena mental illnes lewat kerentanan individu yang dialami, seperti pilu masa lalu, pengabaian, dan pengaruh anggota keluarga.
Menuju akhir pemaparannya, dokter Eka banyak menyinggung tentang mental health dalam Islam, yang di mana keimanan itu sendiri memiliki peran dan andil yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Terbukti banyak firman Allah dalam Al-qur’an yang dokter Eka angkat sebagai pesan penyemangat bahwa jiwa yang tenang itu adalah bersama Allah.
“Ketika jiwa kembali ke fitrah, inilah yang diupayakan. Saat kita merasa hidup kita sempit, maka hadirkan Allah dalam qolbu kita. Masih ada harapan, walaupun kondisi mental sedang babak belur, harapan itu tetap ada,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, banyak peserta yang mengungkapkan perasaan harunya setelah pemaparan materi, tidak sedikit juga yang memberikan pertanyaan guna meminta solusi dari masalah mental yang sedang dihadapi.
Reporter: Nurannisa Azzahra
Editor: Sinta Kasim
