FMDKI.OR.ID, MAKASSAR – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menyelenggarakan kegiatan Road To Muktamar FMDKI melalui Women Inspiring Talk dengan tema “Eksplorasi Nilai Juang Muslimah dalam Kontribusi Nyata untuk Kebermanfaatan Ummat” pada Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pukul 20.00 WITA dan diikuti 259 peserta dari berbagai daerah.
Ketua FMDKI Pusat yang diwakili oleh Irmayanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap diskusi malam ini mampu membangun semangat dan memberikan motivasi kepada para peserta sebagai muslimah yang intelektual,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam hormat dan salam cinta kepada seluruh peserta yang hadir, seraya berharap kegiatan ini menjadi ruang saling menguatkan dan menghadirkan keberkahan serta ilmu yang bermanfaat.
Sementara itu, Pembina FMDKI Pusat, Fauziah Ramdani, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran peserta dalam webinar ini mencerminkan kesiapan muslimah untuk terus memperbarui dan memantaskan diri.
“Kehadiran para peserta adalah bentuk kesiapan muslimah untuk terus memperbarui diri, baik secara internal maupun eksternal, agar semakin bermanfaat bagi diri sendiri dan umat,” tegasnya.
Menurutnya, nilai juang muslimah tidak berhenti pada kebaikan personal dan spiritual, melainkan harus diwujudkan melalui konsistensi dan keberdayaan di berbagai sektor kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, budaya, dan dakwah.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Muktamar ke-6 FMDKI, serta mengajak seluruh muslimah untuk memberikan dukungan agar syiar dakwah FMDKI terus berkembang berdasarkan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Webinar ini menghadirkan Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SiPh, Master of Social Impact Investment lulusan Swinburne University of Australia, motivator muslimah Indonesia, konten kreator, sekaligus dosen muda Indonesia, sebagai pemateri utama.
Sherly menegaskan bahwa pelaksanaan diskusi secara daring tidak mengurangi esensi pembelajaran.
“Yang jauh lebih berat dari belajar dan mengisi mindset adalah keberanian untuk melakukan apa yang sudah kita pelajari secara konsisten dalam konteks yang baik dan benar,” tuturnya.
Menurutnya, banyak orang mampu berpikir ideal, namun tidak semua berani mengambil konsekuensi dari pemikiran tersebut.
“Istikamah itu sering kali lebih berat daripada sekadar memulai perubahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah forum tidak diukur dari lamanya diskusi, melainkan dari keberanian peserta menerapkan nilai yang diperoleh.
“Bahkan satu persen kebaikan yang dilakukan secara konsisten itu bisa mengubah diri kita dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sherly mengaitkan perubahan individu dengan perubahan kolektif, seraya mengingatkan bahwa perubahan besar dalam masyarakat berawal dari perubahan mindset setiap individu. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam forum ini bertujuan sebagai pemantik diskusi, bukan sebagai klaim keilmuan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias dan fokus mengikuti diskusi, meskipun dilaksanakan secara daring. Banyak peserta yang ingin bertanya dan berbagi pengalaman, namun sebagian harus dibatasi karena keterbatasan waktu.
Melalui kegiatan ini, FMDKI Pusat berharap nilai juang muslimah tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi mampu diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Reporter: Hamdana
Editor: Sinta Kasim
