Home ARTIKELMuslimah Cerdas Bersosial Media

Muslimah Cerdas Bersosial Media

by Admin FMDKI News
0 comments

Muslimah merupakan indentitas mulia yang diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala kepada kaum perempuan beriman. Selain itu, perempuan menjadi ujung tombak yang nanti akan melahirkan generasi-generasi emas di masa depan.

Dari mereka pula kelak akan melahirkan generasi cerdas, bermartabat, dan berkarakter. Karena muslimah merupakan guru pertama untuk anak-anaknya, maka anak yang berkarakter itu bisa lahir dari ibu yang cerdas dan berakhlak kharimah.

Menjadi seorang muslimah itu istimewa dan tidaklah mudah, sebab begitu banyak rintangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, seorang muslimah harus cerdas dan tidak diperdaya oleh lingkungan atau pun media sosial yang merugikan. Justru sebaliknya, dengan lingkungan dan media sosial bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Di era yang serba canggih dan modern ini, muslimah harus lebih cerdas melihat lingkungan dan menggunakan media sosial, karena banyak hal buruk yang bisa saja dihasilkan oleh para muslimah. Seperti aurat yang harusnya dijaga namun diperlihatkan atau diumbar melalui sosial media.

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim).

Dari hadis di atas bisa dilihat bahwa perempuan itu layaknya sebuah perhiasan. Seperti halnya perhiasan pasti kita akan menjaganya dengan baik dan hati-hati, disimpan di tempat terjaga sampai ke tempat yang tidak bisa dijangkau dan ditemukan orang lain.

Sejatinya kondisi sekarang, sebagian dari perempuan justru dengan bangga menampakkan keelokkan tubuh di media sosial, hingga menjadi tontonan gratis para lelaki ajnabi (yang bukan mahrom).

Perlu kita ketahui, muslimah memiliki kedudukan mulia dalam agama Islam. Maka jangan rendahkan diri sendiri, jangan perlihatkan apa yang tidak seharusnya dilihat oleh orang lain. Jaga lisan, jaga keimanan, dan juga akhlak. Jangan sampai kita tergelincir ke dalam lembah dosa.

Muslimah saat ini harus menyadari tentang menjaga kehormatan. Meningkatkan kualitas diri harus diprioritaskan, bukan pola hidup yang harus dibebaskan.

Perlu kita memahami bahwa kejayaan Islam di zaman Rasulullah tidak lepas dari peran seorang perempuan, seperti istri-istri beliau, salah satunya adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Salah satu keutamaan dari banyaknya keutamaannya adalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Artinya: “Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari no. 5/2067 dan Muslim no. 2431)

Peran Aisyah Radhiyallahu Anha dalam hal mengurus rumah tangga dan publik hadis yang paling banyak, patut untuk kita ambil menjadi contoh bagi para muslimah saat ini. Di mana ia bisa menyeimbangkan perannya sebagai istri, yakni mengurus rumah tangga serta berbakti kepada suami.

Namun, bagaimana kondisi kita sebagai muslimah saat ini yang lebih memprioritaskan karir dan penampilan. Hal itu mungkin tidaklah salah namun seorang muslimah jangan sampai melupakan kewajiban untuk menjaga fitrahnya, sebagai contoh menutup aurat. Budaya barat berhasil memengaruhi cara berpakaian para muslimah, sampai tidak tahu bagaimana menutup aurat yang sebenar-benarnya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ

Terjemahnya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS. al-Ahzab: 59).

Dan di ayat lain pada surah an-Nur ayat 31, Allah berfirman:

وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Terjemahnya: “Dan jangalah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak darinya.” (QS. an-Nur: 31).

Sedangkan dalil lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

Artinya: “Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid) tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan itu (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya).” (HR. Abu Dawud).

Jadi, dari dalil tersebut telah memahamkan bahwa perempuan yang telah baligh, wajib untuk menutup auratnya. Namun faktanya, masih banyak perempuan yang enggan menutup aurat dengan dalih harus memperbaiki hati dulu baru menutup auratnya.

Jika demikian, mau sampai kapan baru menutup aurat? Jangan sampai aurat tertutup jika sudah menggunakan kain kafan. Naudzubillah.

Allah telah memerintahkan, namun sebagian perempuan masih menganggap angin lalu, tidak peduli, bahkan pura-pura tidak tahu. Ketahuilah bahwa penyesalan itu selalu ada di akhir.

Maka dari itu, semoga muslimah saat ini bisa menutup auratnya dan cerdas menggunakan sosial media dengan tidak mengumbar yang seharusnya ditutupi. Wallahu ‘alam.

___________

Penulis: Putri (Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment