Home ARTIKELSelf Healing: Bagaimana Diri Menyembuhkan Luka

Self Healing: Bagaimana Diri Menyembuhkan Luka

by Rika Arlianti DM
5 comments

Setiap manusia pernah terluka, entah luka fisik atau pun jiwa. Jiwa yang lelah seringkali mengundang luka, dan barangkali kita memiliki bekas luka itu atau trauma masa lalu yang masih memengaruhi kehidupan sekarang. Terkadang tidak menyadari bahwa ada beberapa hal yang masih terpendam dalam alam bawah sadar.

Pertanyaannya, apakah luka atau trauma itu bisa sembuh dengan sendirinya?

Akhir-akhir ini banyak perbincangan seputar “Self Healing” yang tersebar di jagat maya. Tahukah kalian bahwa self healing bisa menyembuhkan luka atau trauma tersebut? Lalu, apa yang dimaksud dengan self healing?

Self Healing dapat diartikan sebagai proses penyembuhan luka diri dari luka batin atau mental yang diakibatkan oleh berbagai hal. Luka batin itu bisa berwujud kesedihan mendalam, merasa gagal, cemas, yang mengarah pada kondisi depresi.

Menurut ilmu psikologi, self healing adalah proses penyembuhan yang hanya melibatkan diri sendiri untuk bangkit dari penderitaan yang pernah dialami dan memulihkan diri dari luka batin. Bahkan sebuah penelitian menyebut jika setiap orang sebenarnya mampu menyembuhkan diri sendiri dengan presentase keberhasilan mencapai 18-75 persen.

Self healing bertujuan untuk memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi. Lantas, bagaimana cara melakukan self healing?

Berikut beberapa cara melakukan self healing yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Me Time
Me time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri. Artinya kita butuh waktu untuk sejenak menepi dari segala kesibukan duniawi yang melalaikan. Kita butuh waktu untuk berdialog dan bercengkrama dengan diri sendiri, kita butuh ketenangan.

Sejatinya, umat muslim telah memiliki jadwal me time tersendiri, yaitu minimal lima kali dalam sehari semalam. Ya, salat. Kenapa harus salat? Karena salat adalah cara untuk istirahat dari segala aktivitas dunia yang melelahkan. Bukankah setelah selesai melaksanakan salat, hati serasa damai dan pikiran menjadi tenang?

2. Berpikir Positif
Bagaimanapun keadaan kita, tetap harus berpikiran positif atau berbaik sangka karena berpikir positif akan menghasilkan energi positif pula. Dan juga, terkadang di situasi yang tidak menguntungkan menurut kita terdapat ‘blessing in disguise’ (berkah tersembunyi), sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 216:

اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Berpikir positif atau berbaik sangka, dalam istilah Islam disebut husnudzan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan Malaikat).” (HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675).

3. Berdamai dengan Diri Sendiri
Terkadang kita lupa menyadari bahwa kecewa adalah bagian dari hidup. Sebagai manusia biasa, sangat mustahil kita terhindar dari rasa sedih dan kecewa, bahkan orang kaya dan sukses sekalipun pernah merasakannya.

Hadapi semuanya dengan tegar dan lapang dada. Mungkin sedikit sulit, tapi pura-pura baik-baik saja dan seolah tidak terjadi apa-apa akan lebih menyulitkan diri kita.

Coba jujur kepada diri sendiri, keluhkan semuanya. Mari berdamai dengan diri sendiri agar tidak ada jerit tertahan dalam hati. Jangan lupa percayakan semua urusanmu kepada-Nya. Sering-seringlah memohon dan bermunajat kepada-Nya.

4. Menulis
Dilansir dari alodokter.com, menulis dapat meredakan stres, memecahkan masalah dengan lebih baik, menuangkan perasaan sesuai keinginan, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan daya ingat.

Hal ini selaras dengan yang dikatakan Dharmawan (Ahli kesehatan jiwa dan kandidat doktor dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara) bahwa menulis merupakan cara sederhana dan mudah untuk melepas tekanan atau penyebab depresi dalam diri, karena menulis sama dengan menarasikan pikiran.

5. Membaca Al-Qur’an
Salah satu keutamaan membaca al-Qur’an ialah dapat menentramkan hati, karena dengan membacanya kita mengingat Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad: 28).

Sejatinya masih ada banyak cara untuk melakukan self healing, tapi yang terpenting ialah bagaimana kita memahami kondisi emosional diri sendiri, bagaimana kita menerima diri sendiri, dan senantiasa kembali kepada-Nya.

Self healing memang penting, tapi jangan sampai kita menjadikan self healing sebagai alasan untuk menolak bersosialisasi dengan dunia luar.

Kita sama-sama tahu, semaksimal apapun manusia menyembuhkan luka batin atau trauma pasti akan tetap meninggalkan bekas. Tapi setidaknya harus mengingat bahwa waktu terus berjalan, kita harus berusaha keluar dari penjara yang bernama masa lalu. Kita harus bangkit sebab ada masa depan yang menanti untuk dicerahkan.

Wallahu ‘alam.

______________

Penulis: Rika Arlianti DM (Pengurus FMDKI Daerah Bulukumba & Tim FMDKI News)
Editor: Sinta Kasim

You may also like

5 comments

Siti Zulaikha Oktober 20, 2021 - 6:10 am

Ma syaa Allah

Reply
Arika Iswanti Oktober 20, 2021 - 10:35 am

Ma syaa Allah ❤️

Reply
Raihanah Oktober 20, 2021 - 6:34 pm

Maa Syaa Allah, keren kak😁.
Hmm betul juga sih apa yang di sampaikan d atas.

Semangat kak. D tunggu Syiar selanjutnya😍

Reply
Marli Ariska Oktober 20, 2021 - 11:51 pm

What a good article, Maa syaa Allah

Reply
Aafiyah Oktober 21, 2021 - 4:32 am

Masyaallah. Ini yang kami alami sekarang. Saat membaca ini pun sekarang sedang berada di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk. Syukran sangat membantu

Reply

Tinggalkan Balasan ke Siti Zulaikha Cancel Reply