Islam adalah agama yang mengajarkan hidup untuk saling menghormati, saling membantu dan tidak saling mendzholimi. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan manusia lainnya. Maka, adab dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan.
Adab memiliki arti dari segala bentuk sikap, perilaku, atau salah satu hidup yang mencerminkan nilai sopan santun, kehalusan, kebaikan, dan budi pekerti atau akhlak.
Imam Malik pernah berkata kepada muridnya, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu”, begitu pula yang diperintahkan ulama-ulama lainnya.
Salah satu ciri dari seorang muslim adalah memiliki adab yang baik. Termasuk juga adab ketika bersin dan menguap, berikut penjelasannya:
Bersin adalah salah satu respon tubuh yang bisa dialami oleh siapa saja dan kapan pun. Dalam ilmu medis, bersin tergolong ke dalam refleks yang digunakan tubuh untuk membersihkan hidung. Bersin juga bermanfaat bagi tubuh dan merupakan mekanisme pertahanan untuk mengusir kuman bakteri dan hal-hal yang berbahaya bagi tubuh.
Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya dengan berbagai cara, salah satunya dengan bersin. Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur tata cara atau adab ketika bersin.
A. Adab Ketika Bersin
Hak sesama muslim yang menjadi kewajiban kita adalah mendoakan mereka ketika bersin dan ketika bersin mereka memuji Allah Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah mengucapkan “alhamdulillah”. Kemudian hendaknya saudara atau sahabatnya meresponnya dengan mengucapkan “yarhamukallah” (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Jika dia mendapatkan ucapan “yarhamukallah”, maka ucapkanlah “yahdikumullah wa yushlih balakum” (semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).” (HR. Al-Bukhari no. 6224).
Dianjurkan bagi setiap umat muslim, jika ada orang yang bersin dan orang itu mengucapkan: اَلْحَمْدُ ِللهِ (Segala puji bagi Allah), yang mendengar mendoakan: يَرْحَمُكَ اللهُ (Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu), kemudian yang tadi bersin kembali mendoakan: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ (Semoga Allah memberikan pada kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).
Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada dua orang di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersin. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan salah satunya, dan tidak mendoakan yang lainnya. Maka orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, Engkau mendoakan orang ini, namun tidak mendoakan aku?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ، وَلَمْ تَحْمَدِ اللَّهَ
Artinya: “Karena orang ini memuji Allah (yaitu dengan mengucapkan alhamdulillah), sedangkan engkau tidak.” (HR. Bukhari no. 6225).
Oleh karena itu, hendaknya kita sering memuji Allah, merenungkan dalam-dalam makna “Alhamdulillāh” itu. Betapa banyaknya nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, yang terkadang kita lupa untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan lupa untuk memuji Allah Subhānahu wa Ta’ala yang memudahkan nikmat tersebut kepada kita.
Berikut ini adalah adab yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bersin.
1. Merendahkan suara, menutup mulut dan wajah
Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ.
Artinya: “Bahwasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad II/439, al-Hakim IV/264, Abu Dawud no. 5029, at-Tirmidzi no. 2746. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/355 no. 2205].
2. Tidak memalingkan leher
Hendaknya bagi orang yang bersin menahan diri untuk tidak memalingkan leher ke kanan atau ke kiri ketika sedang bersin karena hal tersebut dapat membahayakannya.
3. Mengeraskan bacaan hamdalah.
B. Adab Ketika Menguap
Adab ketika menguap adalah berusaha untuk menahannya. Jika tidak sanggup menahannya, hendaknya menutup mulut dengan tangan ketika menguap dan tidak membiarkan mulutnya ternganga dan terbuka ketika menguap.
Artinya: “Kuapan (menguap) itu datangnya dari syaitan. Jika salah seorang di antara kalian ada yang menguap, maka hendaklah ia menahan semampunya”. (HR. Al-Bukhari no. 6226 dan Muslim no. 2944).
Berdasarkan riwayat al-Bukhari “Apabila tidak mampu menahan, maka tutuplah mulut dengan meletakkan tangannya pada mulutnya, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya karena syaitan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka).” (HR. Muslim no. 2995 (57) dan Abu Dawud no. 5026).
Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa Islam merupakan agama yang sempurna karena segala sesuatunya sudah diatur sesuai syariat. Jadi, yuk ajarkan dan biasakan untuk menerapkan adab-adab ini.
Wallahu ‘alam
Penulis: Oyansino
(Pengurus FMDKI Daerah Gorontalo dan TIM FMDKI News)
