Home ARTIKELManfaat Menjaga Keindahan Lisan

Manfaat Menjaga Keindahan Lisan

by Admin FMDKI News
1 comment

Berbicara merupakan suatu kegiatan berbahasa lisan yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan ini sangat mudah dan ringan dilakukan. Siapa pun bisa berbicara sesuai dengan kemampuannya, bahkan berbicara termasuk dari rangkaian untuk menjalin komunikasi antar tiap individu sehingga timbul interaksi satu sama lain.

Akan tetapi, karena berbicara itu mudah maka banyak hal yang amat disayangkan, di antaranya ialah tidak jarang orang berbicara sembarangan tanpa dipikirkan terlebih dahulu, sehingga mudah untuk mengadu domba, membicarakan keburukan orang lain, memfitnah, dan perbuatan tercela lainnya.

Atas penyelewengan lisan tersebut, alhasil hanya membawa dampak buruk seperti menimbulkan pertikaian, pertengkaran, permusuhan, dan kemudaratan.

Padahal dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”

Pada hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan pelajaran dan peringatan kepada umat-Nya terutama umat Islam bahwa keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan.

Tentu umat Islam meyakini bahwa segala bentuk perbuatan maupun perkataan selama di dunia tidak akan luput dari pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala. Segala apa yang keluar dari lisan ini juga mengandung pertanggungjawaban. Sebagaimana dalam firman-Nya,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Terjemahnya: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf 18).

Tidak ada satu kata yang diucapkan manusia, yang mengandung kebaikan maupun kejahatan, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat dengan sangat teliti.

Singkat ataupun padat tetap akan menghadirkan dampak baik dan buruk, tergantung atas apa yang keluar dari lisan.

Zaman sekarang, terlebih adanya sosial media yang dapat diakses oleh kalangan mana pun. Sehingga untuk berkomunikasi tidak hanya lisan saja yang mampu berbicara, jari jemari pun bisa ‘berbicara’.

Demikian itu, pilihannya sebagaimana apa yang Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam berpesan ialah berkata baik atau diam.

Ketika manusia sadar bahwa masih lengah dalam menjaga lisan untuk berkata-kata baik, maka ‘diam’ menjadi sebuah pilihan terakhirnya. Apabila sudah mampu untuk menjaga lisan, maka selanjutnya ialah terus menjaganya dengan keindahan.

Ketika manusia menjaga keindahan lisan, ada banyak manfaat yang akan didapatkan, di antaranya:

  1.  Menjadikan manusia sebagai seorang Muslim yang berkedudukan tinggi di padangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena menjaga keindahan lisan akan terhindar dari perkataan-perkataan buruk yang bisa berujung pada dosa.
  2. Seseorang akan lebih banyak diam sebab tak suka banyak berbicara pada hal yang mengandung kesia-siaan, dan ia hanya berbicara apabila membicarakan hal yang mengandung kebaikan dan bermanfaat. Dengan demikian, keimanannya pun terjaga.
  3. Menjaga keindahan lisan dapat menghindarkan dari penyakit hati.
  4. Menjaga lisan dengan cara memperbanyak dzikrullah (mengingat Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala).
  5. Menghindari potensi munculnya pertikaian, permusuhan dan hal mudharat lainnya.

Intinya, jangan menyepelekan atas kemudahan lisan dalam berbicara. Allah Subhanahu wa Ta‘ala menitipkan amanah berupa lisan untuk dipergunakan sebaik mungkin, yakni dengan berkata baik, berkata yang mengandung manfaat, bukan sebaliknya.

Sudah seharusnya pula seorang Muslim memperhatikan dan menjaga akhlaknya, mempunyai keindahan dalam perangai termasuk mencerminkan akhlak yang baik dengan berkata baik. Wallahu ‘alam.

_____________
Penulis: Citra Cantika Salma Sugiarto
Editor: Sinta Kasim

You may also like

1 comment

Mawar Januari 26, 2022 - 10:06 am

Maa Syaa Allah, pengingat diri

Reply

Leave a Comment