FMDKI.ORG, Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Menahan lapar dan haus serta dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Kedatangan bulan Ramadan harusnya menjadi kebahagiaan bagi setiap umat Islam, karena di bulan inilah kita bisa mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Banyak amalan yang bisa dilakukan dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Salah satunya memberi makan kepada orang yang berbuka puasa.
Memberi makan merupakan perbuatan yang mulia baik kepada fakir miskin, anak yatim, musafir, dan kepada yang lainnya. Pahala sudah tentu jadi jaminannya jika dilakukan dengan keikhlasan.
Jika seseorang kelaparan maka tenaga yang dia miliki terbatas dan akan merasa lemas. Sehingga ketika ada asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya, maka dia akan lebih bertenaga dan bisa melakukan berbagai amal kebaikan.
“Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.”
(HR. Thabrani).
Siapa yang tidak ingin jadi yang terbaik? Ternyata untuk mendapat gelar terbaik salah satunya hanya cukup dengan memberi makan. Keutamaan itu bisa kita dapatkan diluar Ramadan. Lalu bagaimana jika memberi makan dibulan Ramadan?
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Terjemahnya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Dari hadis tersebut sudah jelas jika memberi makan orang yang berpuasa maka akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tadi tanpa mengurangi pahalanya. Tidak ada yang akan dirugikan, tetapi semakin menguntungkan saja bagi mereka yang memberi makanan.
Memberi makan juga termasuk bersedekah, sedangkan kita ketahui bahwa orang yang telah meninggal ketika diberi kesempatan untuk hidup maka dia ingin bersedekah. Mengapa demikian? Karena pahala dari sedekah yang luar biasa.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Terjemahnya:
“…. lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.””
(QS. al-Munafiqun : 10)
Jika yang telah meninggal ingin hidup untuk bersedekah, lalu mengapa kita yang masih diberi nikmat hidup lalai terhadap amalan tersebut. Sebelum menyesal seperti mereka, maka mari mengamalkannya. Salah satunya memberi makan kepada orang yang hendak berbuka.
Mumpung masih diberi kesempatan bertemu Ramadan, maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Karena banyak orang yang ingin berada diposisi tersebut tapi Allah telah memanggilnya lebih dulu ke kampung akhirat.
Jika Ramadan tahun lalu belum bisa maksimal beramal, maka ambil kesempatan di Ramadan tahun ini untuk memperbaiki semua itu. Perlu digarisbawahi bahwa kita menjadi salah satu dari sekian banyaknya umat Islam yang diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadan tahun ini, yang belum tentu tahun depan akan bertemu lagi.
Perbanyak amal sebelum menyesal.
Penulis: Winda Yuliana
Editor: Sinta Kasim
