Home FMDKI DAERAHTantangan di Era Digitalisasi, FMDKI Baubau Siap Menangkis Perang Pemikiran

Tantangan di Era Digitalisasi, FMDKI Baubau Siap Menangkis Perang Pemikiran

by Admin 1 FMDKI News
0 comments

FMDKI.ORG, BAUBAU—Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Baubau kembali adakan Temu Aktivis Dakwah Kampus (TADK), Ahad 19/6/2022.

Bertempat di masjid Nurussyarif Baubau TADK kali ini bertajuk “Peran Aktivis Menangkis Tantangan Perang Pemikiran Di Era Digitalisasi” dan dihadiri 19 pengurus dari Forum Studi An Nur Universitas Muhamadiyah Buton dan Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Qur’an Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.

Wa Ode Lisnawati sebagai ketua FMDKI Daerah Baubau, dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai aktivis dakwah kampus perlu membekali diri dengan ilmu dalam menyerukan kebenaran Islam.

“Dalam kegiatan ini kami sangat berharap semua pengurus mengetahui pentingnya menjadi seorang aktivis dakwah kampus, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Lisna sapaan akrabnya juga berharap, lewat kegiatan ini peserta mampu memahami apa itu perang pemikiran dan bagaimana peran aktivis menghadapi tantangan Ghazul Fikri (Peran pemikiran) di era digitalisasi.

Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Ustazah Nurnangsih Hamzah selaku pemateri pertama dengan judul “Ghazul Fikri Ranjau Peradaban” dan materi kedua bertajuk “Saksikan Bahwa Aku Seorang Aktivis Sejati” disampaikan oleh Ustazah Hasty Hamzah.

Dalam materinya, Ustazah Nurnangsih Hamzah menjelaskan bahwa perang pemikiran merupakan cara musuh-musuh Islam untuk menghilangkan ciri-ciri kehidupan Islam dalam diri umat Islam.

“Hal ini sudah diprediksi Rasulullah bahwa nanti akan ada generasi yang tinggal namanya saja islami, tetapi ciri kehidupan Islam dalam dirinya sudah tidak ada,” jelasnya.

Di akhir materi Ustazah Nurnaningsih memaparkan peran aktivis dakwah dalam menghadapi perang pemikiran yaitu dengan menyadarkan umat bagaimana bahaya dari perang pemikiran lewat kegiatan-kegiatan dakwah secara luring maupun lewat media sosial.

“Ketika ingin menjadi seorang aktivis dakwah, maka berdakwahlah dengan ilmu. Senantiasa menambah ilmu kita karena mereka musuh-musuh Islam itu senantiasa belajar. Mereka belajar bagaimana menghancurkan kita, mereka belajar bagaimana menjatuhkan kita, mereka belajar bagaimana menjauhkan kita dari agama ini. Maka mari kita belajar untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.

Sebagai pemateri kedua, Ustazah Hasty Hamzah mengajak para peserta merenungi bagaimana para Nabi dan Rasul menjadi manusia yang mulia karena dakwah yang mereka usung.

“Kenapa Rasulullah mulia? Karena Rasulullah mengajak berdakwah pada kaumnya. Oleh karena itu inilah kemuliaan yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul dan mereka memberikan komitmen yang besar dalam perjuangan ini,” ungkapnya.

Supriati selaku ketua panitia berharap, kegiatan ini mampu memberikan pemahaman tambahan kepada para aktivis sebagai bekal untuk berdakwah.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pemahaman dan pengetahuan kita sebagai bekal untuk berdakwah,” tuturnya.

Reporter: Kria Dalmiati
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment