Home ARTIKELMulutmu Harimaumu

Mulutmu Harimaumu

by Sabitri Aderiani
0 comments

FMDKI.ORG – Setiap hari manusia tidak bisa dipisahkan dengan perkataan. Dari bangun tidur hingga tidur kembali diawali dan diakhiri dengan kata-kata.

Pembahasan yang dilisankan beragam topiknya. Hingga tidak sedikit lisan keseleo ke jurang nista, yakni membicarakan hal tidak bermanfaat seperti gosip dan ghibah.

Menurut Louann Brizendine (2006) dalam bukunya “Female Brain” mengatakan bahwa seorang wanita dapat menghabiskan sekitar 20.000 kata per hari, sedangkan seorang pria hanya menggunakan sekitar 7.000 kata.

Kata pepatah “Lidah tak bertulang, namun sanggup mematahkan hati”. Setiap perkataan yang dilontarkan akan diserap siapa pun yang mendengarnya. Olehnya itu, setiap susunan kalimat perlu diperhatikan. Bisa jadi ada yang kecewa, terluka bahkan sakit hati yang tak berkesudahan.

Seperti perkataan Imam Al-Gazali, “Lidah itu sangat kecil dan ringan. Tapi bisa mengangkat ke derajat yang paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu ke derajat paling rendah”. Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Karena itu, penting sekali dalam menjaga lisan. Jikalau tak mampu bicara baik, maka diamlah. Mampu menjaga lisan juga sangat berpengaruh pada keselamatan diri. Sebagaimana Rasulullah Shallahu’alaihi Wasallam bersabda:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya: “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (HR.Al-Bukhari).

Berbicara yang kurang baik atau tidak pada tempatnya. Memungkinkan pemiliknya tidak selamat, bisa jadi akan berdampak buruk pada dirinya sendiri. Banyak manusia diluar sana yang masuk penjara, babak belur bahkan bisa menjemput ajalnya akibat lisannya.

Allah Subhanahu Wata’ala juga memperingatkan bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, baik maupun yang buruk. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Terjemahnya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18).

Ucapan yang kita lontarkan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, baik maupun buruk akan dicatat oleh malaikat. Maka senantiasa jauhkan pembicaraan dari yang non faedah seperti gibah dan memfitnah.

Ada beberapa tips dalam menjaga lisan:

  1. Membaca Al-Qur’an
    Ada banyak pahala jika membaca Al-Qur’an karena setiap huruf yang dibaca akan dilipat gandakan pahalanya. Dari pada bicara tidak jelas mending baca Al-Qur’an yang sudah jelas ganjaran pahalanya.
  2. Banyak baca buku
    Buku adalah jendela dunia. Membaca dapat memperluas cakrawala keilmuan. Selain itu, dapat menambah perbendaharaan kata.
  3. Berzikir
    Banyak mengingat Allah dapat menjauhkan diri dari perkara yang tidak bermanfaat. Terlebih membicarakan hal buruk.
  4. Cari teman yang baik
    Teman yang baik, pembicaraan apa pun yang dilontarkan pasti kebaikan. Teman yang baik sangat hati-hati jika berbicara tidak baik. Karena pembicaraan apa pun akan balik pada dirinya. Seperti kata pepatah, “Mulutmu adalah harimaumu”.

Penulis: Sabitri Aderiani
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment