Home ARTIKELPendidikan Harus Memanusiakan Manusia

Pendidikan Harus Memanusiakan Manusia

by Siti Zulaikha
0 comments

FMDKI.ORG – Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam membangun bangsa dan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat dalam menanamkan pengetahuan, moralitas, dan perkembangan kehidupan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah sebuah tempat untuk menabur benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat sekaligus sebagai instrumen tumbuhnya unsur peradaban. Sedangkan pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu atau manfaat bagi hidup anak-anak secara lahir maupun batin.

Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Perubahan teknologi yang begitu pesat bukan hanya akan mengubah dunia menjadi berbeda dari sebelumnya tapi juga akan mengubah cara berpikir manusia. Setiap orang pelan-pelan akan bermigrasi ke dunia maya. Guru-guru hari ini tidak akan tahu apa yang akan terjadi 5-10 tahun ke depan. Olehnya itu, orientasi dunia Pendidikan harusnya bisa memanusiakan manusia yaitu bagaimana agar peserta didik bisa memahami diri mereka sendiri.

Pendidikan yang memanusiakan manusia tidak cukup hanya dengan memiliki kompetensi 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity and Inovation). Namun juga bagaimana agar peserta didik mampu memiliki skill dan kekuatan-kekuatan untuk menghadapi berbagai macam perubahan dan tantangan yang bisa membuat mental menjadi tidak sehat ke depannya.

Mengutip dari perkataan Muhammad Wahyudi Nafis dalam channel Youtube @MW Nafis yaitu anak-anak kita sudah mulai menjadi penduduk dunia maya yang identifikasi kemanusiaannya sudah sangat berbeda. Mereka bermutasi menjadi makhluk maya sebagai new cosmos-nya. Karena itu pendidikan hari ini harus mengantisipasi secara cerdas.

Sekolah yang masih menjejalkan pengetahuan kepada muridnya hanya akan menjadikan mereka hidup terisolasi. Pendidikan memanusiakan manusia harus mulai dari pertanyaan “Siapa aku?” “Hendak ke mana aku?” dan “Apa tujuan hidupku?”

Pendidikan harus memanusiakan manusia sehingga peran guru bukan hanya sekadar memberikan pelajaran namun juga pengetahuan. Guru harus senantiasa beradaptasi dengan pembaharuan teknologi, sebab guru berperan penting dalam pendidikan dan hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, karena tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ

Terjemahnya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” (QS. Al-Mujadalah: 11).

Ayat tersebut seyogianya bisa menjadi pemantik para guru dalam berkecimpung di dunia pendidikan, karena Allah saja sudah menjanjikan akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan apalagi para guru yang dengan ilmu pengetahuannya tersebut bisa disebarluaskan dan bermanfaat bagi orang banyak.

Pendidikan harus memanusiakan manusia karena hari ini tidak terlalu penting menjejalkan informasi kepada peserta didik, karena adanya kecanggihan teknologi peserta didik bisa mencari informasi sendiri. Namun, bagaimana guru bisa mengajarkan mereka dalam menyeleksi informasi yang mereka peroleh agar bisa digunakan untuk menghadapi tantangan.

Maka, untuk mewujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia dibutuhkan kesadaran seorang guru dalam mendidik anak-anak sesuai dengan potensi mereka tanpa ada bentuk tekanan, penindasan yang bisa membengkokkan cita-cita untuk menjadi manusia yang lebih utuh.

Penulis: Siti Zulaikha
Editor: Sinta Kasim

You may also like

Leave a Comment