Home ARTIKELGen-Z, Hilangnya Cita-Cita dan Semangat Juang Hidup

Gen-Z, Hilangnya Cita-Cita dan Semangat Juang Hidup

by Admin 1 FMDKI News
0 comments

FMDKI.OR.ID, Beberapa hari yang lalu saya bertemu dan berdiskusi dengan beberapa anak muda yang kuliah di salah satu kampus Islam di Makassar dari berbagai jurusan.

Kala itu, tema diskusi kami membahas tentang cita-cita dan problem mahasiswa dalam menuntut ilmu.

Ketika memulai diskusi, saya bertanya kepada mereka, apa yang menjadi kendala Anda sehingga tidak memiliki motivasi yang besar dalam belajar, bahkan sering kali memanfaatkan waktu secara tidak produktif?

Salah seorang dari mereka menjawab, karena kami belum memiliki arah belajar ilmu yang baik termasuk pendalaman terhadap pengetahuan tentang jurusan kami masing-masing.

Ada juga yang menjawab, karena belum memiliki mindset yang baik dan juga manajemen waktu yang buruk.

Sambil merenung dan berpikir bersama, saya mencoba untuk menguraikannya dari pembahasan tentang cita-cita.

Karena ini forum diskusi, akhirnya saya kembali bertanya kepada mereka secara satu per satu tentang visi dan cita-cita mereka, mau jadi apa kedepan?

Karena hanya orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan idealisme yang luhur yang akan memacu diri mereka dan membakar motivasinya untuk belajar dan semakin produktif dalam menggunakan waktu yang ada.

Mereka yang berjumlah belasan orang ketika bergantian menjawab pertanyaan saya di atas, sekitar 90% lebih masih bingung mau jadi apa kedepannya, atau bisa dikatakan mereka belum memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas.

Dari jawaban tersebut, dengan tegas saya katakan ‘pantas saja kita tidak memiliki motivasi yang besar dalam belajar, termasuk manajemen waktu yang baik. Karena tujuan Anda saja belum jelas, jadi apa yang mau di perjuangkan dan di usahakan jika tujuan dan cita-cita itu belum ada.

Hilangnya Cita-Cita Gen-Z

Fakta ini menunjukkan bahwa proses pendidikan diberbagai jenjang baik di sekolah dan kampus sedang mengalami masalah yang serius, hilangnya cita-cita oleh setiap peserta didik adalah indikasi ada yang salah dalam proses pendidikan kita.

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab dan yang memiliki kewajiban untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Tentu jawaban singkatnya adalah orang tua, guru dan dosen yang terlibat kuat dalam proses pendidikan.

Memiliki cita-cita yang tinggi harusnya tertanam kokoh dalam diri setiap pelajar dan penuntut ilmu, berfikir besar tentang apa yang hendak dia kontribuskan bagi agamanya, bangsa dan negara.

Sang proklamator Indonesia Bung Karno pernah mengatakan, “Gantungkanlah cita-citamu di bintang.” Artinya setiap orang harus memiliki cita-cita yang tinggi, karena dengan itulah ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk terbang menggapai cita-cita tersebut.

Kita teringat dengan cita-cita besar tokoh bangsa seperti Dr. Wahidin, Dr. Rivai, dan Tjokroaminoto yang menginginkan bangsanya merdeka dari kesengsaraan, kehinaan, kelemahan dan keterjajahan.

Walau umur mereka tak melihat Indonesia merdeka tahun 1945, dan daging tulang mereka telah menyatu dengan tanah, barulah arwah mereka dapat menyaksikan dari celah-celah kuburnya bahwa cita-cita mereka itu berhasil.

Dalam salah satu buku yang ditulis oleh Buya Hamka, beliau mengatakan “Ramai sungguh orang yang mempunyai cita-cita itu menderita kesengsaraan, kesukaran, kepayahan lantaran cita-cita itu. Kadang-kadang ia jadi korban dari cita-citanya, ada yang terbunuh, terhina, terbuang dan terasing. Tetapi ia puas dengan itu, dan ia merasa bahwa ia adalah hakikat keindahan dan kepayahan, itulah lezat yang sejati.”

Catatan sejarah tersebut memberikan pelajaran bahwa cita-cita besar tak boleh hilang dalam diri setiap orang, utamanya para pemuda dan pelajar. Mereka harus memandang dunia dan perjalanan kehidupan ini dengan rasa optimisme yang tinggi.

Teruntuk para pemuda dan pelajar, bercita-citalah setinggi mungkin agar sayap-sayap yang ada dalam dirimu berfungsi untuk terbang menggapai cita-citamu tersebut.

Ingatlah, tak ada yang bisa mewakili perjuangan hidupmu. Maka berjuanglah sendiri, dengan tenagamu, keringatmu dan bahkan dengan darahmu. Tak akan ada yang sia-sia dalam setiap perjuangan dan cita-cita yang mulia.

Menjadi kewajiban mereka yang diberikan amanah untuk mendidik generasi muda dan para pelajar untuk memiliki cita-cita yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, umat, bangsa dan negara.

Inilah wajah generasi muda kita hari ini, atau yang kita kenal sebagai Gen-Z. Mereka kehilangan arah, cita-cita dan gagasan yang besar tentang masa depan mereka.

Lantas dorongan kuat apa yang dapat memacu semangat perjuangan, kegigihan belajar dan produktivitas yang tinggi jika mereka tak memiliki cita-cita yang tinggi nan mulia?

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd,. M.Pd
(Penggiat Sahabat Literasi, Pembina Daar Al-Qalam dan Jurnalis Media Islam mujahiddakwah.com)

You may also like

Leave a Comment