FMDKI.OR.ID, MAKASSAR – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Raudhatul Huffadzh Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla (UKM LDK MPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelar Seminar Al-Qur’an Internasional bertajuk “Kuliah Jalan, Al-Qur’an Gak Ketinggalan”, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, (28/9/2024).
Seminar ini berlangsung sejak pukul 08.00 – 14.00 WITA di Baruga A.P. Pettarani dengan dihadiri sebanyak 2.173 peserta dari berbagai kampus di Makassar.
Mewakili Rektor Unhas, Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Mahasiswa Unhas Muhammad Irdam Ferdiansah, SE., M.Acc., Ph.D., Ak., CA. menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan seminar ini.
“Kegiatan ini mendapat dukungan dari Universitas Hasanuddin karena hal ini juga selaras dengan visi Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan intelektual-intelektual yang bukan hanya tajam pada sisi IQ tetapi juga pada sisi SQ,” ungkapnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Muhammad Ikhsan Sulaeman selaku ketua panitia Seminar Al-Qur’an Internasional. Mahasiswa jurusan Perbandingan Mazhab ini menyampaikan bahwa kegiatan ini perdana dilaksanakan secara khusus untuk mahasiswa-mahasiswi Islam yang ada di Kampus.
“Seminar ini perdana hadir di tengah-tengah kita untuk membahas bagaimana agar kuliah jalan, Al-Qur’an pun gak ketinggalan dan tentunya tujuan dari seminar ini juga adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah secara khusus kepada mahasiswa-mahasiswi Islam antar kampus dan secara umum kepada tokoh masyarakat yang hadir di event kali ini,” jelasnya.
Kemudian dilanjutkan oleh Ketua STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D. dalam sambutannya menerangkan bahwa Al-Qur’an memiliki keterikatan dengan proses pembelajaran.
“Seharusnya menjadi seorang mahasiswa muslim, ini menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan, tidak ada dikotomi, karena apa? Karena para ulama kita telah membuktikan pembelajaran mereka tidak bisa dipisahkan, dilepaskan dari keterikatan dengan Al-Qur’an,” terangnya.

Hadir sebagai pemateri pertama dengan judul yang diangkat dari tema, Ustaz Budi Ashari, Lc. memaparkan tentang pentingnya meraih level kenikmatan dalam beribadah.
“Ibadah itu kalau belum mencapai level kenikmatan itu gak akan maksimal juga, apapun ibadahnya. Maka teman-teman paling penting mengejar kenikmatan itu, orang salat gak akan maksimal tanpa menikmati salatnya, orang baca buku gak akan maksimal sebelum merasakan kenikmatan baca buku, orang birrul walidain, orang sedekah, termasuk orang baca Qur’an, semua itu tidak akan mungkin dilakukan terus-menerus kalau tidak mencintainya,” paparnya.
Lebih lanjut, Host Acara “Khalifah” di Trans 7 ini menambahkan bahwa untuk mencintai Al-Qur’an maka lebih dulu mencoba mendekati Al-Qur’an.
“Demi mencapai kata nikmat itu, kalau anda tidak pernah mencobanya, anda tidak pernah mencoba mendekati Qur’an, apakah suatu hari anda mencintai Qur’an? Mustahil! Jadi harus dicoba,” tambahnya.

Masuk pada pembahasan materi kedua, Syekh Dr. Mohammad Monqez Al Asseel membahas mengenai “Mengembalikan Semangat Para Pemuda dengan Al-Qur’an”.
“Pemuda banyak diberikan kecerdasan akal dan kekuatan fisik oleh Allah Subhana wa Ta’ala sehingga mereka mampu mencapai derajat yang tinggi pada studinya, namun seringkali ada hal yang kurang dimiliki oleh pemuda khususnya jaman sekarang yaitu kesehatan mental dan spiritual pemuda tersebut,” ungkapnya dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan langsung oleh moderator.
Senada dengan itu, Syekh yang pernah menjadi Dosen Resmi Perguruan Tinggi Masjid Nabawi ini menyebutkan Al-Qur’an adalah obat dan penawar.
“Para pemuda bisa merasakan ketidakbermaknaan terhadap apa yang dia lakukan, mengalami kekosongan jiwa, merasa kehilangan arah dan seterusnya padahal Al-Qur’an ini adalah solusi yang terbaik untuk memperbaiki jiwa dan hati seseorang. Kenapa? Karena Al-Qur’an adalah obat dan penawar,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan prosesi wisuda penghafal Al-Qur’an UKM Raudhatul Huffadzh STIBA Makassar kemudian dilanjut dengan parade hafalan dari para wisudawan.
Reporter: Mutmainnah Jufri
Editor: Sinta Kasim
